Dalam aksi tersebut, para peserta membawa sejumlah tuntutan, mulai dari penghapusan outsourcing, penolakan upah murah, penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK) sekaligus pembentukan satgas PHK, reformasi pajak perburuhan, pengesahan RUU Ketenagakerjaan tanpa omnibus law, pengesahan UU perampasan aset serta pemberantasan korupsi, revisi UU Pemilu dengan redesain sistem pemilu 2029, dan penghentian praktik union busting.
Rombongan pengunjuk rasa disambut oleh tim negosiator dari Polwan Polrestabes Semarang yang didampingi Propam Polda Jateng. Melalui pendekatan humanis.
Tim memberikan imbauan persuasif agar penyampaian pendapat tetap berlangsung tertib.
Di sisi lain, peleton dalmas awal juga bersiaga dari balik pagar kantor gubernur tanpa membawa tameng, sebagai simbol pengamanan yang tidak intimidatif.
Polisi lalu lintas turut sigap melakukan rekayasa arus lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi.