“Kami ingin mendorong masyarakat Kudus untuk semakin dekat dengan literasi, sejarah, dan kebudayaan. Buku Menghadang Kubilai Khan membuka ruang refleksi tentang perjalanan bangsa serta relevansinya bagi generasi sekarang,” ujarnya.
Sementara itu, AJ Susmana selaku penulis menyambut baik inisiatif JAKER dan Pemkab Kudus.
“Diskusi dan bedah buku adalah jembatan antara penulis, karya, dan pembaca. Saya berharap acara ini menjadi kesempatan untuk bertukar gagasan dan menumbuhkan semangat kritis di kalangan masyarakat,” katanya.
Selain diskusi dan bedah buku, peserta yang hadir juga akan mendapatkan e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi.