Al-Sharif dikenal sebagai salah satu dari sedikit jurnalis yang tetap bertahan di Gaza utara sejak pecahnya perang. Liputannya yang mendalam kerap menyoroti penderitaan warga sipil di tengah blokade dan serangan udara yang tiada henti.
Baca Juga: Diduga Korupsi Dana Representatif, Kejaksaan Tetapkan Dirut PDAM Jepara Sebagai Tersangka
Kematian Al-Sharif memicu gelombang kecaman internasional.
Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) menyebut pembunuhan ini sebagai serangan langsung terhadap kebebasan pers dan hak publik untuk mendapatkan informasi.
Baca Juga: Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto Penangkapan Bupati Koltim Abdul Aziz Setelah Rakernas NasDem
“Anas adalah suara rakyat Gaza yang kini dibungkam dengan kekerasan,” tulis pernyataan resmi Al Jazeera.