Selain itu, untuk menghadapi tantangan keamanan digital ke depan, sinergi antardaerah perlu lebih digencarkan. Karenanya, dengan fasilitas Data Center yang telah dimiliki Provinsi Jawa Tengah, diharapkan memperkuat keamanan digital pada lingkup provinsi.
“Paling riskan dalam teknologi informasi ini, bagaimana menjaga keamanan siber. Kalau kita sama dalam satu kekuatan bareng, karena anggaran yang besar, tidak kecil, kalau kita bareng, misal dalam satu kegiatan dibagi 35 kabupaten dengan provinsi, anggaran dibagi dua. Sistem pengamanan kan paralel, itu bisa kita lakukan bersama,” ungkapnya.
Direktur Akselerasi Pemerintah Digital Komdigi Aris Kurniawan mengatakan, ada dua tantangan yang akan dalam pemanfaatan Pusat Data Nasional, yang terintegrasi antara pusat dan daerah. Pertama terkait infrastruktur, dan kedua terkait integrasi aplikasi layanan publik.
“Kalau bicara infrastruktur, kita harus konsolidasi, apalagi ada efisiensi anggaran, penggunaan resources harus berbagi pakai, juga aplikasi. Termasuk pemanfaatan yang kita sebut sistem penghubung layanan pemerintah, ini yang paling penting soal integrasinya,” ujarnya.
Terkait Data Center yang dimiliki oleh Pemprov Jateng Aris menyambut positif. Ia berharap, data center tersebut akan terkoneksi pada pusat data nasional atau PDN, menjadi sebuah ekosistem yang saling mendukung.