news

Sekolah Impian atau Ilusi Vivit? Menelusuri Kesejahteraan di SD Al Jannah

Sabtu, 26 Oktober 2024 | 12:00 WIB
Tampak halaman depan SD Al Jannah Rembang, beberapa waktu yang lalu (Istimewa for Pantura Network)

- Rp 50.000 untuk kesehatan

- Rp 100.000 untuk ekstrakurikuler (wajib memilih dua ekskul)

Selain itu, terdapat biaya infrastruktur sebesar Rp 1.775.000 per semester. Meskipun ada pengurangan biaya untuk anak kedua dan seterusnya, beban biaya pendidikan tetap menjadi tantangan besar bagi keluarga.

Kesejahteraan Guru dan Karyawan

Kesejahteraan karyawan di SD Al Jannah juga menjadi sorotan. Gaji yang diterima oleh berbagai posisi adalah sebagai berikut:

- Admin: Rp 950.000 + Rp 300.000

- Guru: Rp 1.050.000 – Rp 1.100.000, dengan tambahan Rp 1.500 per murid yang diajar

- Kepala Sekolah: Rp 2.000.000

- Penjaga malam: Rp 2.000.000 (termasuk tugas kebersihan)

- Penjaga siang: Rp 1.800.000

Meskipun ada kenaikan gaji tahunan, masih ada pertanyaan mengenai keseimbangan antara gaji yang diterima dan beban kerja yang harus ditanggung oleh para karyawan.

Baca Juga: Harno dan Hanies: Duet Membangun Rembang Bebas Kemiskinan Ekstrem

Layanan Kesehatan

SD Al Jannah bergantung pada dokter dan perawat dari Puskesmas 2 Rembang untuk layanan kesehatan. Meskipun ini adalah pilihan yang terdekat, hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas layanan kesehatan yang diberikan kepada siswa dan staf.

Walaupun Vivit sering mempromosikan program peduli pendidikannya, kenyataan menunjukkan bahwa SD Al Jannah menghadapi tantangan serius. Beban biaya pendidikan yang tinggi dan kesejahteraan karyawan yang belum optimal adalah isu yang perlu diperhatikan. Tanpa solusi konkret, komitmen Vivit terhadap pendidikan bisa menjadi sorotan publik.

Halaman:

Tags

Terkini