news

Optimalkan DBHCHT, Kabupaten Rembang Menjadi Pusat Tembakau Berkualitas Dunia

Jumat, 25 Oktober 2024 | 17:00 WIB
Wawan, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Rembang, beberapa waktu yang lalu (Istimewa for Pantura Network)

Manfaat dari DBHCHT telah sangat dirasakan, dengan dana yang kini mencapai sekitar 40 miliar digunakan untuk mendukung program pembangunan daerah. Rembang kini menjadi daerah ketiga terbesar penerima dana bagi hasil cukai tembakau di Provinsi Jawa Tengah, setelah Kudus dan Temanggung. Ini menunjukkan keberhasilan strategi pengelolaan dan pemanfaatan dana tersebut di tingkat lokal.

Luas lahan tembakau yang semula hanya 10 hektar pada tahun 2010 kini telah berkembang pesat, mencapai 1.200 hektar di tahun 2012, 3.000 hektar di tahun 2014, 3.500 hektar di tahun 2016, hingga mencapai 7.000 hingga 8.000 hektar pada tahun 2024. Pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan strategi pengembangan pertanian tembakau di Rembang yang melibatkan banyak pihak, termasuk pemerintah daerah.

APTI Rembang memainkan peran kunci dalam mendukung petani melalui advokasi kebijakan yang menguntungkan dan memfasilitasi pelatihan serta penyuluhan.

“Kami berusaha memastikan bahwa setiap petani memanfaatkan dana dan dukungan yang tersedia secara maksimal,” kata Wawan.

Baca Juga: Menyusuri Jalan Pendidikan: Transportasi Gratis dan Harapan Baru bagi Guru di Rembang

Organisasi ini juga memfasilitasi kemitraan strategis dengan perusahaan besar, membantu petani mendapatkan akses pasar yang lebih luas dan harga jual yang kompetitif.

Wawan juga mengapresiasi usaha teman-teman APTI yang telah berjuang untuk memperjuangkan tembakau Rembang sejak 2011. “Ini adalah hasil dari kerja keras dan kolaborasi yang erat antara petani, pemerintah, dan APTI,” ujarnya. Dengan dukungan yang terus berlanjut, harapan untuk masa depan tembakau Rembang semakin cerah.

Harapan Wawan adalah bahwa keberhasilan tembakau Rembang saat ini tidak hanya harus dipertahankan tetapi juga ditingkatkan. Petani diharapkan dapat terus bersaing di pasar global dan menjaga kualitas produksi. “Kami harus menjaga nama baik Rembang sebagai produsen tembakau berkualitas dunia,” tandasnya.

Baca Juga: Berhadiah Total Rp480 Juta, Waktu Pendaftaran PLN Journalist Award 2024 Masih Dua Pekan Lagi

Dengan pengelolaan yang baik dari DBHCHT dan peran aktif APTI, Rembang diharapkan dapat terus menjadi salah satu pilar penting dalam industri tembakau Indonesia. Ini tidak hanya memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kesejahteraan petani tetapi juga memperkuat perekonomian daerah.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola potensi lokal dan memanfaatkan sumber daya secara efisien. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan antara petani, pemerintah, dan sektor swasta, masa depan tembakau Rembang tampak semakin menjanjikan.

Halaman:

Tags

Terkini