news

Optimalkan DBHCHT, Kabupaten Rembang Menjadi Pusat Tembakau Berkualitas Dunia

Jumat, 25 Oktober 2024 | 17:00 WIB
Wawan, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Rembang, beberapa waktu yang lalu (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, telah lama dikenal sebagai salah satu pusat produksi tembakau terkemuka di Indonesia. Menurut Wawan, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Rembang, daerah ini memiliki potensi besar dalam industri tembakau, baik dari segi produksi maupun kontribusi terhadap perekonomian lokal dan nasional.

Tanah Rembang mendukung sebagai tempat ideal untuk budidaya tembakau. Sejak awal 2010, luas lahan tembakau di Rembang hanya sekitar 10 hektar. Namun, visi jangka panjang dan dedikasi petani serta dukungan dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) membawa perubahan signifikan dalam dekade terakhir. Ini bukan hanya soal peningkatan kuantitas, tetapi juga kualitas tembakau yang dihasilkan.

Peraturan mengenai DBHCHT telah menjadi landasan penting dalam pengelolaan sumber daya yang dihasilkan dari cukai tembakau. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan, dana ini dialokasikan dengan persentase tertentu untuk berbagai kepentingan.

Baca Juga: Sendangmulyo Tetap Setia pada Paslon 02: LYVU Championship Hanya Hiburan Biasa

“50% dari dana ini dialokasikan untuk kesejahteraan masyarakat, yang mencakup 20% untuk peningkatan bahan baku, pembinaan industri, dan pembinaan lingkungan sosial. Selain itu, 30% digunakan untuk pemberian bantuan langsung tunai, 10% untuk penegakan hukum, dan 40% digunakan di bidang kesehatan," papar Wawan, Rabu (16/10/24).

Penggunaan dana ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas tembakau tetapi juga berdampak luas pada kesejahteraan sosial masyarakat.

“Dengan sarana dan prasarana yang memadai, serta dukungan dari dana ini, petani dapat menghasilkan tembakau berkualitas tinggi yang diminati pasar internasional,” tambah Wawan.

Kerja sama dengan perusahaan besar seperti PT Sadana, yang juga berkolaborasi dengan perusahaan luar negeri, menunjukkan reputasi tembakau Rembang di kancah global.

Baca Juga: Tidak Hadir di Maulid, Ternyata Gus Idror Sedang Urus STTP Kampanye

Tembakau, sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia, memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan negara melalui devisa ekspor. Dalam konteks ini, cukai tembakau memainkan peran vital dengan kontribusi mencapai angka 200 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ini menjadikan industri tembakau sebagai salah satu pilar penting dalam perekonomian nasional.

Di tingkat lokal, budidaya tembakau menjadi solusi untuk lahan kering, terutama di musim kemarau.

“Tembakau adalah solusi bagi petani di musim kemarau, karena sebagian besar lahan di Rembang adalah lahan kering,” jelas Wawan.

Ini memberikan peluang bagi petani untuk memanfaatkan lahan yang biasanya tidak produktif selama musim kemarau, membantu menciptakan lapangan kerja dan mendukung ekonomi lokal.

Baca Juga: Diduga Pencitraan, Calon Bupati Nomor 01 Malah 'Terabaikan' di Maulid Rembang

Halaman:

Tags

Terkini