Kejar Pasar Global, Jateng Percepat Transformasi Industri Hijau Berbasis Energi Bersih

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Jumat, 24 Juli 2026 | 15:51 WIB

Nilai ekspor Jawa Tengah pada Januari-April 2026 mencapai USD 4,57 miliar, meningkat 19,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ekspor tersebut didominasi industri pengolahan dengan pasar utama Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Belanda, dan Korea Selatan.

“Ini menunjukkan ekspor Jawa Tengah ditopang sektor manufaktur, bukan komoditas mentah. Namun pasar ekspor kini semakin menuntut rantai pasok rendah emisi karbon, sehingga transformasi menuju industri hijau menjadi kebutuhan,” kata Fabby.

Selama tiga tahun terakhir, IESR bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah telah mengembangkan berbagai program percepatan industri hijau.

Di antaranya yakni, penyusunan indeks kesiapan industri hijau, pendampingan pemerintah kabupaten/kota, serta pembentukan Industrial Assessment Centre yang melibatkan perguruan tinggi untuk membantu industri kecil dan menengah menerapkan prinsip industri hijau.

Dengan langkah tersebut, Jawa Tengah diharapkan tidak hanya mempertahankan daya saing industri nasional, tetapi juga semakin memperkuat posisinya sebagai tujuan investasi yang berkelanjutan dan berorientasi pada pasar global.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

X