“Pembangunan ekonomi yang berkelanjutan harus dimulai dari bawah. Ketika desa mampu tumbuh dan berkembang, dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mendorong adanya pendampingan dan peningkatan kapasitas pengelola BUMDes agar mampu menjalankan usaha secara profesional dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha dan masyarakat juga dinilai penting untuk mendukung keberhasilan pengembangan BUMDes.
Heri berharap, penguatan BUMDes berbasis identitas lokal dapat menjadi salah satu strategi dalam membangun ekonomi Jawa Tengah yang lebih tangguh, inklusif dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“Desa memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dengan BUMDes yang adaptif dan berakar pada identitas lokal, kita dapat memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.***