Ketika pertunjukan berakhir dan tepuk tangan penonton bergema di halaman Sam Poo Kong, yang tersisa bukan hanya kesan atas megahnya pementasan. Ada pesan yang lebih dalam tentang bagaimana sebuah kota dibentuk oleh pertemuan berbagai budaya, lalu tumbuh menjadi ruang bersama yang harmonis.
Enam abad telah berlalu sejak armada Ceng Ho berlayar ke Semarang. Namun jejaknya masih terasa hingga kini. Bukan hanya melalui bangunan bersejarah yang berdiri kokoh, tetapi juga melalui semangat masyarakat yang terus merawat keberagaman sebagai bagian dari identitas kota.***