Terkait pengelolaan dana sosial keagamaan melalui YASKI, Wagub menjelaskan di masing-masing OPD telah terdapat mekanisme pengelolaan dana sosial melalui lembaga pengelola resmi. Dalam mekanisme tersebut, sebagian dana dikelola di tingkat OPD dan sebagian lainnya disalurkan melalui Baznas. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka ruang agar mekanisme serupa dapat difasilitasi bagi YASKI melalui koordinasi lebih lanjut dengan Bapelkris.
Mengenai program Rumah Layak Huni (RLTH), Wakil Gubernur menjelaskan bantuan tersebut memiliki ketentuan dan mekanisme berdasarkan data kemiskinan terpadu. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta DPW BAMAGNAS Jawa Tengah untuk menyerahkan data 10 calon penerima bantuan beserta alamat lengkap agar dapat diverifikasi dan difasilitasi melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Selain program RLTH, Wagub juga menawarkan kemungkinan akses pada Program “Tuku Tanah Oleh Omah” bagi masyarakat yang masuk kategori desil 1–5 dalam data kemiskinan.
Adapun terkait hibah organisasi tahun 2026, Wakil Gubernur menyampaikan seluruh alokasi hibah organisasi kemasyarakatan sedang mengalami penyesuaian dan realokasi anggaran akibat kebijakan efisiensi dari Pemerintah Pusat. Oleh karena itu, komposisi anggaran daerah juga harus disesuaikan dengan kondisi fiskal yang ada.
Di akhir audiensi, Wakil Gubernur Jawa Tengah juga menyampaikan dukungan agar DPW BAMAGNAS Jawa Tengah dapat turut dilibatkan dalam kegiatan Natal dan Paskah ASN Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, termasuk dukungan kehadiran pembicara dari BAMAGNAS Jawa Tengah.
Ketua DPW BAMAGNAS Jawa Tengah, Pdt. Yermia Supra, S.Th., M.Ag., menyampaikan, BAMAGNAS dan YASKI berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan, memperkuat pelayanan sosial, serta membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun golongan.
Sementara itu, Sekretaris DPW BAMAGNAS Jawa Tengah, Pdt. Gouw Ivan Siswanto, S.H., M.Th., menegaskan, sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah sangat penting dalam membangun Jawa Tengah yang harmonis, toleran, sejahtera, dan berkeadilan sosial.
Audiensi berlangsung dengan penuh keakraban dan diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan pelayanan kepada masyarakat demi mewujudkan Jawa Tengah yang rukun, damai, dan sejahtera.***