Diterjang Longsor Besar, Warga Banjarnegara Ungkap Momen Mencekam Saat Menyelamatkan Diri

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Selasa, 18 November 2025 | 16:53 WIB
Diterjang Longsor Besar, Warga Banjarnegara Ungkap Momen Mencekam Saat Menyelamatkan Diri
Diterjang Longsor Besar, Warga Banjarnegara Ungkap Momen Mencekam Saat Menyelamatkan Diri

BANJARNEGARA - Bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Pandanarum Kabupaten Banjarnegara, masih menyisakan cerita traumatik bagi para korban. Suara gemuruh dan amuk longsor memaksa warga lari untuk menyelamatkan diri.

Salah satunya, Sumarti, yang menceritakan nasib tragis yang dialaminya itu, dengan menitikkan air mata. Dia tidak menyangka kampung yang ditinggalinya bertahun-tahun, dilanda longsor yang mengancam nyawanya. Pun meluluh-lantahkan rumahnya.

“Waktu kejadian itu terdengar suara gemuruh. Beberapa warga memastikan kondisi daerah atas. Tapi ternyata longsor itu membesar, saya pun lari menyelamatkan diri,” katanya di tempat pengungsian, Senin (17/11/2025) malam.

Awalnya, dia dan beberapa warga lain berlari ke arah makam dusun setempat. Namun karena situasi semakin memburuk, warga kemudian lari ke arah hutan.

“Setelah sampai di hutan, kami dijemput oleh petugas. Lalu dibawa ke puskesmas dan kemudian di posko pengungsian,” lanjutnya.

Wastinah, korban longsor yang lain juga menyampaikan, pemerintah provinsi Jateng yang dipimpin Gubernur Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) gerak cepat untuk melakukan penyelamatan para korban.

“Saya dijemput di hutan, terus dibawa ke puskesmas dan posko pengungsian. Petugas cepat,” paparnya.

Setelah diselamatkan petugas, para warga mendapat pelayanan kesehatan dan juga makanan.

“Ada kesehatan sama makan tiga kali sehari. Menunya sangat layak. Disediakan pengungsian ada tempat tidurnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara langsung meninjau lokasi bencana. Dan berkoordinasi dengan beberapa pihak, untuk bisa menangani secara tepat dan cepat.

Hingga saat ini, proses evakuasi dan pencarian korban terus dilakukan tim SAR. BPBD Jateng dan Kabupaten Banjarnegara, relawan, TNI-Polri, dan Forkopimcam bergerak cepat mendirikan tenda pengungsian, dapur umum, pos lapangan, serta layanan kesehatan darurat.

Sejumlah kebutuhan mendesak mulai disalurkan, antara lain logistik permakanan, selimut dan matras, higiene kit, family kit, kids ware, air mineral, hingga perangkat ATK, laptop, printer untuk menunjang posko.

“Informasi awal berkembang 800-an masyarakat terdampak. Ada 26 yang masih (terjebak) di hutan karena kejadiannya mendadak. Ada juga yang mungkin tertimbun,” tegas Luthfi.

Menurutnya, pencarian dan upaya penanganan diperkuat bersama Pangdam, Basarnas, dan BNPB.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

X