Cerita Inspiratif Tri dan Nurwati: Sajikan Ribuan Porsi Makan Bergizi untuk Anak Sekolah dan Bantu Ekonomi Keluarga

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Selasa, 14 Oktober 2025 | 18:35 WIB
Cerita Inspiratif Tri dan Nurwati: Sajikan Ribuan Porsi Makan Bergizi untuk Anak Sekolah dan Bantu Ekonomi Keluarga
Cerita Inspiratif Tri dan Nurwati: Sajikan Ribuan Porsi Makan Bergizi untuk Anak Sekolah dan Bantu Ekonomi Keluarga

KUDUS - Suara denting panci terdengar dari dapur yang sibuk di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Pattimura, Desa Jepangpakis, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Di sana, Tri Sugianto (58), berdiri bersama rekan-rekannya yang tengah menyiapkan makan siang bagi ratusan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dengan seragam sederhana dan wajah ramah, ia bercerita tentang perjalanan hidupnya, dari pedagang angkringan hingga menjadi pengawas dapur program pemerintah ini.

“Saya dulu jualan angkringan di GOR. Menunya kopi dan makanan ringan,” kata Tri membuka cerita.

Hidupnya mulai berubah ketika seorang rekan menawarkan pekerjaan di dapur penyedia makanan untuk program MBG.

“Saya mau, dan akhirnya mulai bekerja di sini sejak bulan April. Sampai sekarang,” ujarnya. Bagi Tri, pekerjaan di dapur bukan sekadar mencari nafkah.

“Rasanya ringan, Mas. Tapi yang paling saya suka, di sini suasananya penuh kekeluargaan. Kami semua seperti keluarga,” tuturnya sambil tersenyum.

Sebagai pengawas dapur, Tri bertanggung jawab memastikan proses penyajian makanan berjalan sesuai waktu.

“Kadang kita dikejar waktu, harus selesai jam 11 tapi semua dikerjakan bareng-bareng,” katanya.

Sebelum bergabung dengan dapur MBG, penghasilan Tri hanya berasal dari angkringan kecil. Kini, tambahan pekerjaan itu membuat ekonominya lebih stabil.

“Jelas bertambah. Waktu pertama kerja di sini, anak saya masih kuliah. Jadi bisa bantu biaya kos dan kebutuhan lainnya,” katanya.

Kini, anak Tri sudah bekerja di salah satu rumah sakit, dan istrinya juga ikut bekerja. “Alhamdulillah, kehidupan sekarang cukup. Tambahan dari sini sangat membantu,” ujarnya.

Tri mengaku, sebagian besar penghasilan tambahan digunakan untuk keperluan rumah tangga dan menabung.

“Kita kan masih punya anak perawan. Jadi ya disiapkan buat nanti nikahan, atau perbaikan rumah. Kalau ada sumbangan atau kebutuhan mendadak juga bisa teratasi,” tuturnya dengan nada bersyukur.

Tak hanya dirinya yang merasakan manfaat, Tri juga melihat bagaimana program ini membuka peluang kerja bagi warga sekitar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

X