"Dengan sinergi ini, kami siap membantu ibu-ibu PKK dan Posyandu nanti dalam program hibrid kami, untuk membuat kick off program Tulus Hati ini mendunia," ungkap Agus.
Menurutnya, elusan merupakan bentuk kasih sayang di mana ada gelombang elektromagnetik yang membuat bayi merasa nyaman. Apalagi, dengan wangi-wangian yang ada pada produk bayi, yang dapat memicu perkembangan stemcell bayi. Ada gelombang alfa untuk kenyamanan, gelombang gamma dan betanya juga bagus.
“Jadi, pijatan ini bagian dari terapi wellness, bagian fisioterapi bayi. Apalagi, dengan sentuhan kasih sayang, maka diharapkan ada hubungan baik bayi terhadap tumbuh kembangnya. Lebih bagus lagi dipijat orang tua, sehingga orang tua harus dilatih, terutama para ibu gen Z, harus dilatih dulu baru melakukan,” bebernya.
Marketing Director PZ Cussons Indonesia, Eva Rudjito menambahkan, program Tulus Hati ialah wujud komitmen pihaknya untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga, khususnya dalam bidang perawatan dan tumbuh kembang bayi secara sehat dan alami.
Melalui program ini, PZ Cussons Indonesia dengan produk andalan Cusson Baby, ingin meningkatkan kembali kekayaan alam Indonesia, yakni bahan alami minyak telon yang sudah turun-temurun digunakan masyarakat untuk menjaga kesehatan bayi.
"Kami berharap, gerakan Tulus Hati ini menjadi langkah yang bermakna. Gerakan dari hati, oleh hati, dan untuk buah hati, demi membangun generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan bahagia," ujar Eva.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jateng, Iwanuddin Iskandar, mengapresiasi program inisiatif Tulus Hati. Menurutnya, ini merupakan bagian dari pelayanan publik dalam bidang kesehatan yang juga menjadi prioritas Pemprov Jateng.
Dia menegaskan, Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak untuk mengatasi kemiskinan, pengangguran, gizi buruk, dan berbagai persoalan lainnya.
"Dengan jumlah penduduk yang hampir 37 juta jiwa, kita tidak bisa sendirian. Apabila tidak ada dukungan dari PKK, Posyandu, dukungan dari manapun, semuanya tidak akan bisa maksimal jalannya," tandas Iwanuddin.