Bangga, Nawal Yasin Dorong Produk Kerajinan Lokal Jateng Terus Berkembang

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Kamis, 25 September 2025 | 08:14 WIB
Bangga, Nawal Yasin Dorong Produk Kerajinan Lokal Jateng Terus Berkembang
Bangga, Nawal Yasin Dorong Produk Kerajinan Lokal Jateng Terus Berkembang

JAKARTA - Provinsi Jawa Tengah (Jateng) yang dipimpin Gubernur Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), kembali menunjukkan keunggulannya dalam bidang kerajinan tangan, dengan memborong sejumlah penghargaan bergengsi pada ajang Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Award 2025.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengungkapkan kebanggaannya, atas capaian luar biasa yang diraih oleh para pengrajin lokal di wilayahnya.

"Saya ucapkan apresiasi kepada pemenang, dan harapannya terus mengembangkan produknya," kata dia, seusai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dekranas 2025, di Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta, Selasa (23/9/2025).

Dijelaskan, dalam Dekranas Award 2025, lima produk kerajinan asal Jateng dinyatakan sebagai pemenang. Selendang Batik Tulis "Tambal 101" dari Kota Pekalongan berhasil meraih Juara 1 Kategori Produk Kain.

Jateng juga meraih Juara 2 untuk dua kategori. Yakni, produk kerajinan Bumerang Seni asal Kabupaten Sragen untuk Kategori Produk Kayu, dan Barrel Set dari Kota Salatiga Kategori Produk Keramik.

Selain itu, Juara 3 juga diraih dua kategori, yaitu Madani Biola Bambu dari Kabupaten Kudus untuk Kategori Produk Kayu, dan Galaxy Coffe Table dari Kabupaten Jepara, Kategori Produk Logam.

Nawal berharap, penghargaan tersebut tidak membuat para pengrajin berhenti di Dekranas Award 2025. Tetapi, mereka juga aktif untuk mendampingi pengrajin lainnya yang masih merintis, agar naik kelas.

"Pemenang-pemenang Dekranas Award ini diharapkan nanti juga menjadi kunci, menjadi pendamping untuk pengrajin-pengrajin yang masih kecil, sehingga ini juga bisa menjadi satu potensi," ungkap istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.

Dikatakan Nawal, dalam Rakornas ini, pihaknya mendapatkan arahan untuk terus mendampingi pengrajin lokal dari hulu hingga ke hilir. Pendampingan itu termasuk manajemen keuangan dan dukungan anggaran.

"Untuk jangka pendek kita akan menindaklanjuti hasil dari Rakornas, kita akan melakukan Rakor di daerah, kemudian juga renstra (rencana strategis) yang kami susun akan kami tidaklanjuti lagi, dan kemudian pelatihan-pelatihan itu masif," ucap dia.

Selain itu, revitalisasi gerai Dekranasda juga akan segera dilakukan, dan menjadikannya sebagai pusat oleh-oleh di masing-masing daerah. Hal tersebut untuk memfasilitasi produk UMKM lokal maupun kerajinan tangan lainnya.

Menurut Nawal, ekosistem kerajinan di Jawa Tengah pada prinsipnya sudah baik. Namun ada beberapa tantangan yang perlu untuk ditangani. Salah satunya, regenerasi pengrajin agar produk-produk lokal terus hidup di tengah dinamika zaman.

"Seperti di Batang, ada batik Rifaiyah sampai hilang lima motif karena tidak ada reorganisasi dari pengrajin. Jadi sudah sepuh-sepuh, sehingga ini harus ditindaklanjuti dengan membukukan beberapa motif yang ada," beber dia.

Tantangan lainnya, pengrajin cenderung lebih senang menjual produk daripada membuatnya. Padahal selain berorientasi pada sisi ekonomi, juga harus berpegang pada nilai-nilai budaya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

X