Resep Semur Jengkol, Kuliner Tradisional yang Tetap Jadi Primadona di Meja Makan

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Sabtu, 30 Agustus 2025 | 16:48 WIB
Semur Jengkol Betawi (Instagram @ninna_nyose)
Semur Jengkol Betawi (Instagram @ninna_nyose)

Panturanetwork.com – Meski dikenal dengan aromanya yang khas dan cukup menyengat, jengkol tetap menjadi salah satu bahan pangan yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Salah satu olahan paling populer adalah semur jengkol, masakan tradisional bercita rasa gurih manis yang kerap hadir di berbagai kesempatan, mulai dari santap keluarga hingga acara hajatan.

Semur jengkol dikenal luas di wilayah Betawi dan Jawa Barat. Hidangan ini memadukan jengkol rebus yang empuk dengan kuah semur kental berbumbu rempah, seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, pala, serta tambahan kecap manis yang memperkuat rasa.

Berikut resep sederhana semur jengkol yang bisa dicoba di rumah:

Bahan-bahan:

  • 500 gram jengkol tua
  • 7 siung bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 3 butir kemiri
  • 1 sdt ketumbar
  • ½ sdt pala bubuk
  • 2 lembar daun salam
  • 2 batang serai, memarkan
  • 3 cm lengkuas, memarkan
  • 5 sdm kecap manis
  • Garam, gula, dan merica secukupnya
  • Air secukupnya

Cara membuat:

  1. Rebus jengkol hingga empuk, tiriskan, lalu pipihkan.
  2. Haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri, dan ketumbar.
  3. Tumis bumbu halus bersama daun salam, serai, dan lengkuas hingga harum.
  4. Masukkan jengkol, aduk rata.
  5. Tambahkan air, kecap manis, garam, gula, dan merica.
  6. Masak dengan api kecil hingga kuah mengental dan bumbu meresap.

Meski sederhana, semur jengkol memiliki daya tarik tersendiri. Tekstur jengkol yang empuk berpadu dengan kuah kental bercita rasa gurih manis, menjadikan sajian ini selalu berhasil menggugah selera. Tidak heran, semur jengkol tetap bertahan sebagai salah satu ikon kuliner Nusantara yang dicintai banyak orang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

X