Ruwat Bumi Mandiraja, Cara Warga Jaga Kearifan Lokal dan Pondasi Moral Pembangunan

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Jumat, 25 Juli 2025 | 18:12 WIB

BANJARNEGARA – Dua gunungan hasil bumi diarak puluhan warga Desa Mandiraja Wetan, Kecamatan Mandiraja, saat matahari semakin tinggi, Selasa (22/7/2025).

 

Kepala Desa Mandiraja Kulon, Surpiono, menuturkan, acara itu merupakan bagian dari tradisi ruwat bumi yang diselenggarakan para petani di desanya. Warga berharap agar Tuhan Yang Maha Esa memberikan hasil panen yang melimpah dan menjauhkan warga dari kendala, serta masalah yang menghambat pertanian.

 

“Masyarakat percaya bahwa hasil bumi dalam gunungan membawa berkah. Mendapat bagian dari gunungan dianggap sebagai keberuntungan dan rezeki, yang akan membawa kebaikan,” ujar ujar Kades Surpiono.

 

Menurutnya, selain kirab gunungan, kegiatan ruwat bumi juga diisi dengan pengajian dan pagelaran wayang kulit semalam suntuk.

 

Sekretaris Daerah Banjarnegara, Indarto menegaskan, pembangunan di Banjarnegara tidak hanya berfokus pada aspek fisik seperti infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan nonfisik, termasuk pelestarian budaya.

 

“Budaya itu penting karena di dalamnya terkandung pelestarian, pengembangan, dan pemajuan nilai, tradisi, seni, serta warisan masyarakat. Budaya adalah identitas sekaligus fondasi moral dan etika dalam pembangunan fisik,” ungkap Indarto.

 

Lebih lanjut, tradisi ruwat bumi yang menjunjung tinggi leluhur dan menekankan kebersamaan, merupakan bentuk syukur atas hasil bumi, sekaligus upaya menjaga keharmonisan dengan alam.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

X