SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat nilai ekspor Jawa Tengah periode Maret 2025 sebesar 1.010,70 juta dolar AS.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih mengungkapkan, angka itu turun 0,54 persen dibandingkan periode Februari 2025.
Dia menambahkan untuk nilai ekspor migas tercatat 30,40 juta dolar AS atau turun 11,99 persen. Kendati begitu, nilai ekspor nonmigas naik 0,14 persen, atau dengan nilai 980,30 juta dolar AS.
“Ekspor Jawa Tengah menurut sektor, untuk ekspor nonmigas menyumbang 96,99 persen dari total ekspor Maret 2025. Kita lihat ekspor menurut sektor, industri pengolahan masih dalam posisi tertinggi sebesar 962,85 juta dolar AS,” terang Endang dalam siaran langsung di kanal resmi BPS Jateng, Senin (21/4/2025).
Selanjutnya, sektor migas 30,40 juta dolar AS, pertambangan dan lainnya 0,36 juta dolar AS, dan pertanian 17,09 juta dolar AS. Dia menuturkan untuk pangsa ekspor nonmigas Jateng pada Maret 2025, BPS mencatat, Amerika Serikat masih mendominasi yaitu 46,70 persen atau senilai 457,84 dolar AS.
“Jadi bersiap bapak/ibu semua, terkait kebijakan Trump (Presiden Amerika Serikat Donald Trump) yang nanti akan diterapkan pada bulan April 2025, dan akan terlihat di rilis kita pada bulan Mei 2025 seperti apa,” tuturnya.
Endang menambahkan, ada sepuluh barang HS (Harmonized System) dua digit, dengan peningkatan dan penurunan ekspor terbesar pada Maret 2025. HS disusun, disepakati, dan dipakai oleh hampir semua negara, dalam menentukan klasifikasi barang perdagangan dunia.