Heri Pudyatmoko Ungkap Peluang untuk Fresh Graduates dan Pengembangan SDM Berkualitas di Jawa Tengah

photo author
Abdul Wahhab, Pantura Network
- Minggu, 8 Desember 2024 | 15:05 WIB
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko

Semarang - Jawa Tengah terus menghadapi tantangan serius dalam menyerap angkatan kerja baru, terutama para lulusan baru (fresh graduates) yang memasuki dunia kerja setiap tahunnya. Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menyoroti pentingnya strategi terpadu untuk menyediakan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja modern.

"Dengan tingginya jumlah lulusan baru setiap tahun, kita tidak hanya harus menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memastikan para lulusan tersebut memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia industri," ujar Heri Londo, sapaan akrabnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jawa Tengah pada awal 2024 mencapai 4,5%. Dari angka tersebut, mayoritas pengangguran berasal dari kelompok usia muda, khususnya lulusan perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan (SMK).

Heri menilai bahwa tantangan yang dihadapi oleh fresh graduates meliputi kesenjangan kompetensi, keterbatasan lapangan kerja, kurangnya pengalaman kerja, serta perubahan industry ke era digital.

Oleh sebab itu, Heri mendorong pemerintah daerah untuk menarik lebih banyak investasi ke Jawa Tengah, khususnya di sektor-sektor yang mampu menyerap banyak tenaga kerja seperti manufaktur, teknologi, dan agribisnis.

"Investasi adalah motor utama penciptaan lapangan kerja. Kita harus menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi agar lebih banyak perusahaan yang mau beroperasi di Jawa Tengah," jelasnya.

Heri mengusulkan program magang yang lebih terstruktur antara pemerintah, kampus, dan dunia usaha untuk memberikan pengalaman kerja kepada fresh graduates.

"Magang tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga membangun jejaring profesional yang sangat dibutuhkan para lulusan baru," ujarnya.

Menurut Heri, UMKM yang merupakan tulang punggung ekonomi Jawa Tengah, memiliki potensi besar untuk menyerap tenaga kerja baru. Heri mengusulkan pelatihan dan pendanaan untuk mendorong fresh graduates terjun ke sektor UMKM.

"Kita bisa menciptakan program pelatihan kewirausahaan untuk lulusan baru agar mereka bisa menciptakan lapangan kerja, bukan hanya mencari pekerjaan," katanya.

Heri juga mendorong terbentuknya pelatihan keterampilan berbasis komunitas di wilayah pedesaan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal.

"Pelatihan berbasis komunitas sangat penting untuk memberdayakan masyarakat lokal, terutama di wilayah terpencil," katanya.

Heri optimistis bahwa dengan strategi yang tepat, Jawa Tengah dapat menjadi provinsi yang ramah bagi fresh graduates dan menjadi pusat pengembangan SDM berkualitas di Indonesia.

"Dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan mendukung pertumbuhan talenta muda," pungkasnya. [Adv-Pantura Network]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Wahhab

Rekomendasi

Terkini

X