Heri Pudyatmoko Ingatkan Pentingnya Pemberdayaan Lansia untuk Kemandirian dan Kesejahteraan

photo author
Abdul Wahhab, Pantura Network
- Minggu, 8 Desember 2024 | 09:05 WIB
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko.

Semarang - Peningkatan angka harapan hidup dan kemajuan medis telah menyebabkan jumlah lanjut usia (lansia) di Indonesia, termasuk di Jawa Tengah, semakin bertambah. Meskipun usia lanjut merupakan sebuah berkah, namun jika tidak diimbangi dengan pemberdayaan yang tepat, para lansia berpotensi menjadi beban baik bagi keluarga maupun masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko menekankan pentingnya pemberdayaan lansia agar mereka tidak hanya bergantung pada keluarga, tetapi juga tetap bisa berkontribusi bagi masyarakat dan hidup dengan kesejahteraan yang terjaga.

Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi dengan populasi lansia yang cukup signifikan.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah menunjukkan bahwa hampir 10% dari total populasi di provinsi ini terdiri dari lansia.

Walaupun usia lanjut menunjukkan kemajuan dalam bidang kesehatan, masalah kesejahteraan lansia, seperti kemiskinan, kesendirian, dan keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan, menjadi tantangan besar.

Heri Pudyatmoko menyatakan bahwa meskipun pemerintah pusat dan daerah telah menyediakan berbagai program untuk kesejahteraan lansia, tantangan untuk mengintegrasikan mereka dalam kehidupan sosial dan ekonomi masih besar.

“Banyak lansia yang tidak lagi produktif karena keterbatasan fisik dan akses. Namun, kita harus memastikan mereka tidak merasa terabaikan dan tetap memiliki kualitas hidup yang baik,” ujarnya.

Pemberdayaan lansia bukan hanya soal memberikan bantuan sosial atau tunjangan hari tua, tetapi juga menciptakan kesempatan bagi mereka untuk berkontribusi secara aktif dalam masyarakat.

Heri menekankan bahwa pemberdayaan lansia harus dilakukan dengan pendekatan yang humanis dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup mereka.

Karena kesehatan menjadi isu utama yang memengaruhi kualitas hidup lansia. Heri mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan fasilitas kesehatan yang ramah lansia, termasuk pusat layanan kesehatan yang menyediakan pemeriksaan rutin dan pengobatan khusus untuk penyakit-penyakit lansia.

“Penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, dan arthritis sering kali dialami oleh lansia, dan mereka membutuhkan layanan medis yang lebih spesifik,” katanya.

Program Pemberdayaan Lansia

Heri juga menyarankan agar pemerintah daerah menciptakan program pelatihan keterampilan yang dapat diikuti lansia, seperti kerajinan tangan, berkebun, atau keterampilan lainnya yang bisa dilakukan di rumah.

“Pemberdayaan keterampilan ini bisa memberi mereka rasa percaya diri dan kebanggaan, serta membantu mereka tetap mengoptimalkan fungsi otak,” ujar Heri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Wahhab

Tags

Rekomendasi

Terkini

X