JEPARA — Partai Nasdem Jepara tengah menjadi sorotan setelah memberikan rekomendasi kepada pasangan Gus Nung-Iqbal Bejeu untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Rekomendasi itu termaktub dalam Keputusan DPP Partai NasDem Nomor 414 -Kpts/DPP-NasDem/VII/2024 tentang Persetujuan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah dari Partai NasDem.
Dimana surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal Hermawi Franziskus Taslim tertanggal 19 Agustus 2024.
Baca Juga: Upacara HUT Ke-79 RI di IKN Berlangsung Khidmat, Listrik PLN Aman Tanpa Kedip
Adapun rekomendasi tersebut diterima Gus Nung-Iqbal Bejeu di Nasdem Tower, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin, 19 Agustus 2024 pukul 19.00 WIB.
Keputusan ini pun memicu reaksi keras dari sejumlah pihak yang merasa bahwa partai tersebut telah mengkhianati komitmen politiknya dengan pihak-pihak lain yang lebih dulu berharap mendapatkan dukungan.
Keputusan Nasdem Jepara untuk mendukung pasangan Gus Nung dan Iqbal Bejeu dianggap kontroversial karena sebelumnya partai ini telah menjalin komunikasi intensif dengan beberapa calon lainnya seperti Witiarso Utomo dalam Pilkada Jepara 2024.
Langkah Nasdem tersebut membuat banyak pihak merasa dikecewakan, sehingga muncul tudingan bahwa partai ini tidak konsisten dan berakhir dicap penghianat.
Ketua DPD Nasdem Jepara Pratikno, saat dikonfirmasi mengenai turunnya rekomendasi untuk Gus Nung-Iqbal Bejeu tidak merespon baik pesan singkat maupun telepon WhatsApp. Hal senada juga dilakukan Ketua Desk Pilkada DPD Nasdem Jepara Padmono Wisnugroho yang turut tidak merespon.
Diketahui, jauh sebelumnya Nasdem Jepara telah secara terbuka mendeklarasikan dukungan terhadap pasangan Witiarso Utomo dan Gus Hajar, sehingga perubahan arah dukungan ini sangat disayangkan.
Baca Juga: Data Survei Pandawa Research Calon Bupati Jepara, Witiarso Utomo Teratas
Akan tetapi tidak bisa dipungkiri juga bahwa dinamika politik seperti ini merupakan bagian dari proses pengambilan keputusan di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Sementara itu, Witiarso Utomo atau Mas Wiwit yang sebelumnya telah menjalin komunikasi intens dengan Nasdem merasa kecewa dengan keputusan ini. Namun ia dengan lapang dada telah menerima keputusan DPP Nasdem.
"Tentu ada kekecewaan, apalagi setelah 3 tahun bersama dengan membangun komunikasi yang baik," terangnya.
Artikel Terkait
Penanganan Permasalahan Aset, KAI Daop 4 Semarang Lakukan Kerjasama dengan 3 Kejaksaan Negeri
Perluasan DP Mall Semarang Ditarget Selesai di Kuartal I Tahun 2025, Banyak Tenant Baru Manjakan Pengunjung
Rumah Konsep Attic Room di CitraGrand Semarang Diminati Konsumen, Banyak Keunggulannya
Rayakan HUT RI Ke-79, Donasi Pegawai PLN Nyalakan 7.357 Listrik Gratis bagi Keluarga Kurang Mampu
Upacara HUT Ke-79 RI di IKN Berlangsung Khidmat, Listrik PLN Aman Tanpa Kedip