Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Hasto Wardoyo mengatakan, ada dua strategi nasional dalam menangani stunting, yakni, mengintervensi faktor sensitif dan spesifik.
“Saya kira kedua-duanya harus simultan dijalankan. Secara khusus, strategi paling efisien adalah mendiagnosis yang tepat sehingga kita tahu, pertama, keluarga berisiko stunting mana, dan yang stuntingnya mana. Itu secara khusus,” bebernya.
Kemudian, terang Hasto, ibu hamil dan pranikah menjadi bagian yang penting, untuk mencegah lahirnya stunting baru. Termasuk, remaja putri tidak boleh mengalami kekurangan darah kronis atau berlarut-larut. Karena perempuan punya siklus bulanan. Itu harus diintervensi.
“Remaja putri, saya minta betul-betul menaati minum pil penambah darah,” terangnya.