nasional

Revitalisasi SMPN 1 Tahunan Jepara, Mendikdasmen : Jadi Contoh Efisiensi Anggaran Pendidikan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 | 12:50 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat berkunjung di salah satu lembaga pendidikan di Kabupaten Jepara, Sabtu (3/1/2026). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Program revitalisasi satuan pendidikan yang digulirkan pemerintah pusat mulai menunjukkan dampak konkret di daerah. SMP Negeri 1 Tahunan, Kabupaten Jepara, menjadi salah satu contoh bagaimana anggaran pendidikan dimanfaatkan secara efektif, tidak hanya memperbaiki ruang belajar, tetapi juga menjawab kebutuhan sekolah secara lebih luas.

Peresmian gedung hasil revitalisasi sekolah tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, didampingi Bupati Jepara Witiarso Utomo, Sabtu (3/1/2026). Kehadiran menteri di sekolah ini menegaskan, pembangunan pendidikan tidak berhenti di atas kertas, melainkan hadir nyata di ruang-ruang kelas.

Melalui dana revitalisasi sebesar Rp 720 juta, SMP Negeri 1 Tahunan awalnya menargetkan rehabilitasi empat ruang kelas. Namun, pengelolaan anggaran yang efisien membuat hasilnya melampaui perencanaan awal. Perbaikan fisik akhirnya mencakup lima ruang kelas, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan belajar siswa.

Baca Juga: Welfare State ala Jawa Tengah

Kepala SMP Negeri 1 Tahunan, Adi Sasono, menyebut efisiensi menjadi kunci keberhasilan proyek revitalisasi tersebut. Sisa material pembangunan tidak dibiarkan terbuang, melainkan dimanfaatkan untuk pembangunan teras masjid sekolah, yang didukung pula oleh infaq para guru.

"Bagi kami, revitalisasi ini bukan sekadar memperbaiki bangunan, tapi juga menanamkan nilai tanggung jawab dan kebersamaan. Semua kami kelola sebaik mungkin agar manfaatnya benar-benar dirasakan," papar Adi.

Meski demikian, revitalisasi fisik belum sepenuhnya menjawab tantangan sarana pendukung pembelajaran. Dengan 29 ruang kelas aktif, SMP Negeri 1 Tahunan masih menghadapi keterbatasan fasilitas berbasis teknologi. Saat ini, sekolah hanya memiliki dua ruang TIK dan belum memiliki ruang multimedia, padahal tuntutan pembelajaran digital semakin tinggi.

Baca Juga: Target Pangan Nasional Terpenuhi, Jateng Siap Jadi Andalan

Kondisi tersebut berdampak pada pemanfaatan bantuan TV interaktif dari Kementerian Pendidikan, yang sementara masih harus menggunakan ruang TIK yang tersedia. Selain itu, keterbatasan laboratorium IPA yang baru satu unit membuat pengaturan jadwal praktik siswa menjadi kurang ideal.

"Secara bertahap kami berharap ada bantuan lanjutan, khususnya untuk ruang multimedia dan tambahan laboratorium. Ini penting agar kualitas pembelajaran bisa sejalan dengan fasilitas yang ada," kata Adi.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan, revitalisasi satuan pendidikan merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia dari hulu, yakni sekolah.

Baca Juga: Membaca Kinerja Jawa Tengah dari Perspektif Welfare State

Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan Rp 16,9 triliun untuk merevitalisasi 16.175 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Berdasarkan evaluasi kementerian, mayoritas proyek telah rampung, sementara sebagian kecil mengalami keterlambatan akibat faktor force majeure, seperti kondisi cuaca ekstrem.

"Revitalisasi ini bukan proyek jangka pendek. Ini bagian dari strategi besar peningkatan mutu pendidikan nasional. Tahun 2026, kami menargetkan sekitar 71 ribu satuan pendidikan untuk direvitalisasi," jelas Abdul Mu'ti.

Di tingkat daerah, Kabupaten Jepara termasuk wilayah yang dinilai berhasil dalam pelaksanaan program tersebut. Seluruh paket revitalisasi yang dialokasikan untuk Jepara pada 2025 telah diselesaikan sesuai ketentuan.

Halaman:

Tags

Terkini