Eko mengingatkan kepada masyarakat bahwa momen Pilpres 14 Februari 2024 mendatang harus dimanfaatkan untuk mencegah berkuasanya calon presiden yang memiliki sejarah kekerasan dan dekat dengan Orde Baru.
"Masyarakat, khususnya milenial dan Gen Z harus waras dan belajar sejarah. Jangan terpesona dengan video joget di media sosial. Kita tidak boleh dipimpin oleh presiden yang emosian dan dekat dengan Orde Baru," tegasnya.
Selain di Kota Semarang, acara diskusi serupa juga bakal digelar di Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Temanggung, Magelang, dan Salatiga. (*)