PANTURA NETWORK| SERBA-SERBI -- Baru-baru ini dunia sedang digemparkan ihwal penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh negeri adidaya - Amerika Serikat. Menariknya, ada saja kelakuan netizen +62. Mereka malah bertanya-tanya kenapa namanya begitu akrab dengan salah satu pulau di Indonesia? -Madura.
Sekilas, menyandingkan Nicolas Maduro dengan Pulau Madura terdengar seperti bercanda saat ngopi pagi sambil nunggu hujan reda. Yang satu presiden sosialis Amerika Latin, yang satu pulau di timur Jawa yang terkenal dengan sate, karapan sapi, dan watak keras. Jauh? Jelas. Sama? Tunggu dulu.
Di era media sosial, politik global sering terasa lebih dekat dari jarak geografis. Dan di situlah keanehan dimulai.
Baca Juga: Kwarcab Pramuka Jepara Kirim Relawan ke Aceh, Salurkan Donasi Kemanusiaan Rp 362 Juta
Berdasarkan data yang dihimpun, Nicolas Maduro adalah sosok yang nyaris tak pernah lepas dari kontroversi. Ia memimpin Venezuela di tengah krisis ekonomi berkepanjangan, inflasi ekstrem, sanksi internasional, dan polarisasi politik akut. Namun, satu hal yang konsisten : Maduro tetap bertengger.
Meski dihantam kritik dari luar dan dalam negeri, Maduro tetap berdiri, senantiasa bicara lantang, dan selalu merasa benar. "Wis dikandani yo tetep ngeyel," kurang lebih begitu celetuk bapack-bapack warung kopi.
Dan anehnya, di titik ini, kita mulai melihat bayangan Madura.
Baca Juga: Skuad Lengkap, Jakarta Livin’ by Mandiri Siap Tempur di Proliga 2026
Madura dikaruniai stereotip sebagai wilayah dengan karakter keras, blak-blakan, dan sulit diatur. Namun bagi orang Madura sendiri, itu bukan keras - itu teguh. Prinsip hidup mereka sederhana, "lebih baik hancur harga diri, daripada kehilangan kehormatan."
Di sinilah korelasi pertama muncul. Baik Maduro maupun Madura sama-sama punya 'mental bertahan'. Tidak gampang tunduk pada tekanan luar. Tidak mudah goyah hanya karena opini global.
Kalau Maduro melawan sanksi Amerika Serikat, orang Madura melawan tekanan hidup dengan cara mereka sendiri - kadang frontal, kadang jenaka, tapi selalu jujur. Apakah ada kaitannya dengan Ormas Madas (Madura Asli)? wallahua'lam.
Baca Juga: Menjaga Rasa Klasik Bon Ami, PGN Hadirkan Energi Andal dan Berkelanjutan
Kembali ke laptop, Venezuela dikenal dengan krisis ekonomi parah, kelangkaan pangan, mata uang tak bernilai, dan antrean panjang. Madura pun tak asing dengan stigma daerah tertinggal, infrastruktur minim, dan lapangan kerja terbatas.
Namun, baik Venezuela maupun Madura punya satu kesamaan mencolok, 'tidak suka dikasihani.'
Orang Madura akan tersenyum sambil berkata, "Mon rezeki, tak kemana."