PANTURA NETWORK -- Dua band metal berpengaruh asal Kota Kudus, Innocent Voice dan Altaraven, akan menggelar Pesta Perilisan Album Bersama, Sabtu (11/10/2025) di Aljava Café Kudus.
Acara ini menjadi momentum bersejarah bagi skena musik ekstrem Kudus, menghadirkan kolaborasi dua kekuatan yang selama ini menjadi penggerak utama perkembangan musik metal di wilayah tersebut.
Band Innocent Voice siap memperkenalkan album penuh terbaru bertajuk 'Setara Mata Pisau', yang menandai evolusi musikal menuju arah yang lebih matang.
Baca Juga: Awas SPPG Nakal! Gubernur Ahmad Luthfi Tegas Instruksikan 4 Hal untuk MBG di Jateng
Album ini menghadirkan energi modern metal yang kuat dengan kombinasi riff tajam, harmoni dinamis, serta vokal agresif yang menjadi ciri khas band tersebut.
Sebelum album resmi dirilis, Innocent Voice lebih dulu meluncurkan single 'Purgatorium' pada September 2025.
Single tersebut menggandeng dua musisi tamu dari band Down For Life, yakni Arie Koesmiran dan Stephanus Adjie, dan mendapat respons positif di kalangan penikmat musik metal nasional. Kolaborasi itu menjadi pembuka yang eksplosif menuju rilis album 'Setara Mata Pisau'.
Baca Juga: Bantuan SPAM Gubernur Jateng Bikin Air Melimpah, Warga Desa Wisata di Wonosobo Semringah
Sementara itu, Altaraven akan merilis album Nova Libertas yang berisi delapan lagu baru.
Album ini menggambarkan karakter musikal Altaraven yang semakin solid di ranah Technical Death Metal penuh dengan struktur kompleks, permainan instrumen presisi, dan agresivitas khas mereka.
Sebelumnya, Altaraven telah memperkenalkan single 'Validasi Profan' pada Mei 2025 sebagai pengantar menuju atmosfer Nova Libertas.
Karya tersebut mendapat apresiasi dari komunitas metal Indonesia karena keberaniannya mengeksplorasi konsep musikal yang teknikal namun tetap emosional.
Pesta perilisan ini tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan karya baru, tetapi juga wujud selebrasi kolaborasi dan semangat komunitas metal Kudus.
Selain penampilan langsung dari Innocent Voice dan Altaraven, acara juga menghadirkan sesi meet & greet bersama personel kedua band untuk membahas proses kreatif di balik pembuatan album.