hiburan

Lyora : Ketika Rahim Menjadi Medan Juang dan Doa

Selasa, 12 Agustus 2025 | 22:26 WIB
Muhammad Agung Prayoga, sosok penulis (Istimewa for Pantura Network)

Baca Juga: Bupati Jepara Witiarso Utomo Apresiasi Antusiasme 395 Atlet Ramaikan Kejurkab “All Jepara Merah Putih Karate Championship” FORKI Jepara

Lyora berbeda, masih terlalu fokus pada sudut pandang perempuan -seolah reproduksi adalah tanggung jawab eksklusif istri. Karakter suami (Noer Fajrieansyah yang diperankan Darius Sinathrya) terlalu 'sempurna', tidak menunjukkan konflik internal justru mengurangi kedalaman cerita.

Syahdan, film Lyora: Penantian Buah Hati layak ditonton sebagai cermin perjuangan banyak pasangan infertil.

Film ini juga mengingatkan kita, di era perempuan punya hak untuk memilih -baik menjadi ibu melalui bayi tabung, mengadopsi, atau hidup child-free -sistem sosial dan kebijakan harus mendukung semua pilihan tersebut tanpa stigma.

Baca Juga: Bupati Jepara Witiarso Utomo Kemeriahan HUT ke-80 Jawa Tengah di Jepara GRATIS, Ribuan Mangkok Soto, Parade Seni, hingga NDX AKA

Sampai kelupaan, saya memberi nilai pada film Lyora sebesar 7,5. Kurang 2,5 karena suaminya terlalu sabar -di dunia nyata, mana ada suami kayak gitu?

Muhammad Agung Prayoga (Kader PKC PMII Jawa Tengah)

Halaman:

Tags

Terkini

Nicolas Maduro Ada Sanak Keluarga di Pulau Madura?

Selasa, 6 Januari 2026 | 14:09 WIB

Relativis

Selasa, 18 November 2025 | 10:05 WIB

Lyora : Ketika Rahim Menjadi Medan Juang dan Doa

Selasa, 12 Agustus 2025 | 22:26 WIB

Kabar Baik, Anime Dandadan Season 2 Sudah Tayang

Minggu, 6 Juli 2025 | 03:21 WIB