PANTURA NETWORK -- Santri asal Desa Jungpasir 1/4 Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak yang bernama Abdullah Matin Humaini memilih Vespa sebagai kendaraan pengantin.
Dulmatin (sapaannya) memakai Vespa sebagai kendaraan pengantin di hari pernikahannya, karena setengah dari perjalanan hidupnya hingga jatuh bangun bersama motor klasik tersebut.
Jatuh bangun bersama 'besi tua' itulah yang membuatnya memutuskan mengendarai motor klasik dalam iring-iringan menuju rumah mempelai putri, Karangrandu 4/5 Pecangaan, Jepara.
Baca Juga: Terlibat dalam Riset Inovatif Pengendalian Malaria, Dosen Unissula Raih Hibah Kemendikbudristek
"Suka duka dari dulu hingga sekarang bersama Vespa, jadi pakai (Vespa) aja untuk mengenang," papar Santri Sarang Rembang ini di sela-sela perjalanan ke rumah calon pasangannya.
Di tengah perjalanan kebahagiaan iring-iringan ke tempat akad, Dulmatin diminta keluarga masuk mobil bersama orangtua. Lantas motor Vespa beralih joki ke sang adik.
Iring-iringan keluarga mempelai pria pun dilanjutkan. Selang beberapa kilometer, Vespa dengan bak di samping itu rewel. Distarter beberapa kali enggan nyala kembali.
Baca Juga: Bupati Jepara Minta Perencanaan OPD Lebih Inovatif Tidak Sekedar Copas Program Kegiatan Sebelumnya
"Sulit dinyalakan, akhirnya saya parkirkan di rumah warga untuk mempersingkat waktu," ujar sang adik.
Entah karena 'besi tua' sudah menjalin chemistry dengan pemilik, lalu enggan ditunggangi sang adik, tapi yang jelas motor tidak bisa melanjutkan perjlanan. Kata sang adik, kopling kurang center.
Singkat cerita, keluarga mempelai pria termasuk sang adik dan rombongan sampai di Desa Karangrandu. Dulmatin melangsungkan pernikahannya dan sah menjadi Pasutri.
Baca Juga: Agus Adodi, Sosok Penggerak GRIB Jaya Kabupaten Jepara
Diketahui, Vespa Super Astuti ini keluaran tahun 1973 dengan kapasitas 150 cc. Adapun milik Dulmatin sudah penambahan modifikasi berupa bak di samping serta sedikit perombakan warna.