Sensus Ekonomi Jateng Tembus 81 Persen, Taj Yasin Kejar Tuntas Tiga Minggu

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Jumat, 7 Agustus 2026 | 10:08 WIB
Sensus Ekonomi Jateng Tembus 81 Persen, Taj Yasin Kejar Tuntas Tiga Minggu
Sensus Ekonomi Jateng Tembus 81 Persen, Taj Yasin Kejar Tuntas Tiga Minggu

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong percepatan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 untuk memastikan seluruh target pendataan pelaku usaha di wilayah tersebut dapat dituntaskan sebelum masa sensus berakhir.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, hingga saat ini capaian pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah telah mencapai 81 persen. Untuk mengejar target tersebut, Pemprov Jateng siap memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemerintah kabupaten dan kota.

“Kita kolaborasikan lagi, kita pahami kepada para pengusaha, masyarakat, termasuk penghuni apartemen. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap untuk itu,” kata Taj Yasin dalam Rapat Koordinasi Daerah Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Gedung Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (6/8/2026).

Taj Yasin mengatakan, pemerintah daerah akan kembali memetakan perusahaan dan kawasan industri yang belum seluruhnya terdata. Pemetaan tersebut diperlukan agar pendekatan kepada pelaku usaha dapat dilakukan secara lebih intensif.

Menurutnya, pendataan di kawasan industri Kendal dan Batang telah mencapai 100 persen. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang capaian pendataannya masih perlu ditingkatkan.

“Kita petakan kembali perusahaan dan kawasan industri yang belum tercapai agar dalam sisa waktu tiga minggu ini Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah benar-benar bisa dituntaskan,” ujarnya, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Semarang menjadi salah satu daerah yang membutuhkan percepatan. Kota Semarang memiliki jumlah pelaku usaha terbesar di Jawa Tengah, namun capaian pendataannya baru sekitar 71 persen.

Sementara itu, capaian tertinggi sementara diraih Kabupaten Banjarnegara dengan 92 persen.

Wakil Kepala BPS Pusat Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengatakan, capaian pendataan di Jawa Tengah tidak terlepas dari kolaborasi antara BPS, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta pemerintah kabupaten dan kota.

“Alhamdulillah progres pendataan sektor ekonomi di Jawa Tengah sangat baik. Sudah mencapai 81 persen dari total target. Ini bukan capaian yang mudah karena jumlah pelaku usaha di Jawa Tengah mencapai lebih dari 4,5 juta,” kata Sonny.

Meski capaian secara keseluruhan sudah tinggi, Sonny mengungkapkan pendataan kelompok usaha besar masih menjadi pekerjaan rumah. Hingga saat ini, pendataan terhadap kelompok usaha besar baru mencapai sekitar 40 persen.

“Target kami seluruh usaha besar bisa terdata 100 persen karena data tersebut akan menentukan potret ekonomi Indonesia secara lengkap,” ujarnya.

Sonny menjelaskan, pendataan perusahaan besar membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan pelaku usaha kecil. Sebab, data yang dikumpulkan mencakup aspek keuangan, ketenagakerjaan, hingga penjualan, sehingga perusahaan harus melakukan koordinasi lintas divisi bahkan dengan kantor pusat.

“Untuk perusahaan besar, data yang diminta mencakup keuangan, ketenagakerjaan, hingga penjualan, sehingga membutuhkan waktu lebih lama. Banyak juga yang harus berkoordinasi dengan kantor pusat,” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

X