Sebanyak 320 wisatawan tercatat mengunjungi museum tersebut. Pendapatan museum meningkat hampir sepuluh kali lipat, dari Rp1,5 juta menjadi Rp15,3 juta. Sementara penjualan produk pisau hasil para pande besi melonjak sembilan kali lipat, dari Rp735 ribu menjadi Rp6,9 juta.
Menurut Gus Yasin, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa pembangunan desa akan lebih cepat apabila OPD mampu menggandeng perguruan tinggi, akademisi, maupun organisasi masyarakat sebagai mitra pendamping.
Selama berada di Desa Kranggan, Wakil Gubernur juga meninjau peternakan ayam milik BUMDes, Museum Besalen Koripan, serta berbagai stan pelayanan publik yang menghadirkan layanan administrasi kependudukan, konsultasi kemasan UMKM, layanan Samsat, perpustakaan desa, hingga fasilitasi sertifikasi halal.
Ia juga mengaku terkesan dengan kebersihan lingkungan desa yang dinilai menjadi cerminan tingginya partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
"Di sini anak-anak mudanya tidak meninggalkan budaya. Justru kreativitas mereka mampu mengembangkan warisan budaya menjadi paket wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujar Gus Yasin.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat berupa bibit tanaman, kursi roda bagi penyandang disabilitas, serta bantuan satu ton beras untuk keluarga kurang mampu.
Kepala Desa Kranggan, Gunawan Budi Utama, berharap perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah semakin memperkuat semangat masyarakat dalam membangun desa.
"Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kemajuan Desa Kranggan sehingga semakin memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," ujarnya.***