Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah, Leles Sudarmanto, mengatakan wayang kulit dipilih karena merupakan warisan budaya yang memiliki nilai historis sekaligus edukatif. Melalui kolaborasi budaya Jawa dan Betawi, pihaknya ingin memperkuat semangat persatuan serta mengenalkan kekayaan budaya kepada generasi muda.
“Harmoni Budaya adalah kolaborasi seni budaya antara wong Jawa dan Betawi. Republik Indonesia membutuhkan kolaborasi untuk menyamakan persepsi dan memperkuat persatuan melalui budaya,” ujarnya.***