daerah

Ngopi Bareng Bupati di Sumanding KopiFest 2026, Dorong Jepara Jadi Sentra Kopi Unggulan Nasional

Minggu, 24 Mei 2026 | 09:00 WIB
Bupati Jepara, Witiarso Utomo saat Ngopi Bareng Bupati Jepara" yang digelar di kawasan Hutan Pinus Buper Sumanding, Jumat (22/5/2026) malam. (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Upaya mendorong kopi lokal naik kelas terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Jepara. Salah satunya melalui dialog interaktif bertajuk "Ngopi Bareng Bupati Jepara" yang digelar di kawasan Hutan Pinus Buper Sumanding, Jumat (22/5/2026) malam, dalam rangkaian Sumanding KopiFest 2026.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai namun sarat makna ini menjadi ruang temu antara pemerintah, petani, pelaku usaha, hingga komunitas kopi. Antusiasme warga Desa Sumanding dan sekitarnya tampak tinggi, menandakan besarnya harapan terhadap masa depan kopi Jepara.

Acara diawali dengan sesi pengenalan kopi lokal oleh Barista Jepara, Afif Pancasetyawan, yang memperkenalkan Kopi Robusta Sumanding sebagai salah satu komoditas unggulan dari lereng Pegunungan Muria. Ia menjelaskan, kopi tersebut memiliki karakter rasa khas dengan aroma kompleks, tingkat keasaman segar bernuansa citrus dan fruity, serta tekstur lembut yang nyaman di lambung.

Baca Juga: Kopi Tjolo Kudus Mendunia, Nawal Yasin Kepincut Varian Avocado

"Cita rasa kopi tidak hanya soal seduhan, tetapi dimulai dari kualitas bibit hingga tingkat kematangan buah saat dipanen," ujar Afif, menekankan pentingnya proses budidaya yang tepat.

Dialog kemudian mengalir lebih luas, dipandu Direktur Perusda Jepara, Wieke, bersama Afif. Dalam kesempatan itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo turut berbagi cerita personal tentang kedekatannya dengan budaya ngopi sejak kecil.

"Saya tumbuh di desa, dan ngopi di angkringan bersama teman-teman sudah jadi bagian dari keseharian," ungkapnya, mengaitkan tradisi lokal dengan potensi ekonomi yang kini berkembang.

Baca Juga: Kontes Kopi, Ajang Tepat Tingkatkan Pangsa Pasar

Bupati menilai, peluang kopi Jepara untuk menembus pasar lebih luas sangat terbuka. Ia mendorong petani dan pelaku usaha untuk menjaga kualitas produksi agar mampu bersaing di tingkat regional hingga nasional.

"Ketertarikan terhadap kopi Jepara semakin besar. Ke depan, kita ingin Jepara tidak hanya dikenal sebagai kota ukir dan furniture, tetapi juga sebagai daerah penghasil kopi unggulan seperti Kopi Tempur, Sumanding, dan Batealit," tegasnya.

Selain promosi, forum tersebut juga menjadi wadah penyerapan aspirasi masyarakat. Petinggi Desa Sumanding mengungkapkan, sekitar 400 kepala keluarga di wilayahnya menggantungkan hidup pada sektor perkebunan kopi. Ia berharap ada peningkatan nilai tambah melalui pengolahan dan pengemasan yang lebih modern.

Baca Juga: Harga Kopi Tinggi, Petani Diminta Tetap Jaga Kualitas

"Kami butuh dukungan pelatihan SDM, mulai dari panen hingga pemasaran, termasuk pembentukan asosiasi pengusaha kopi," ujarnya.

Hal senada disampaikan perwakilan Taruna Tani Mapan (Tampan), Lutfi, yang menyebut kelompoknya saat ini mengelola sekitar 5.000 pohon kopi. Ia menilai, dukungan alat roasting dan kendaraan operasional akan mempercepat pengembangan usaha kopi lokal.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Jepara memastikan komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur penunjang. Salah satunya melalui pembangunan jalan Damarwulan-Tempur dengan alokasi anggaran sekitar Rp4,5 miliar.

Halaman:

Tags

Terkini