SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta panitia Porprov Jateng XVII tahun 2026 kolaborasi berbagai pihak berjalan lancar dan sukses.
Hal itu disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Panitia Besar Porprov Jateng XVII, mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi,
di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jateng, Kota Semarang, Jumat, 24 April 2026.
"Porprov ini saya rasa sangat istimewa. Di tengah-tengah efisiensi dan lain sebagainya, tetapi kami punya semangat untuk bagaimana ini benar-benar bisa sukses," ujarnya.
Sebagai Ketua Umum Panitia Besar Porprov Jateng 2026, Taj Yasin menekankan, kunci utama menghadapi tantangan tersebut adalah memperkuat kebersamaan seluruh pemangku kepentingan olahraga. Mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga pengurus cabang olahraga dan dukungan dunia usaha.
Selama ini, lanjutnya, kolaborasi dengan sektor non-pemerintah sudah berjalan dan perlu diperkuat.
Baca Juga: Kabar Gembira, INFORMA Gelar Early WOW SALE 2026 Diskon hingga 60 Persen
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kebersamaan dan kolaborasi dari semua pihak agar pelaksanaan Porprov ini bisa berjalan optimal,” tegasnya.
Selain memastikan kelancaran penyelenggaraan, Pemprov Jateng juga menaruh perhatian pada keberlanjutan pembinaan atlet.
Porprov diharapkan menjadi ruang lahirnya atlet-atlet berprestasi yang memiliki kedisiplinan dan komitmen untuk terus membawa nama Jawa Tengah di ajang yang lebih tinggi.
Sebagai bentuk dukungan jangka panjang, pemerintah juga mendorong penguatan koordinasi dengan kabupaten/kota dalam membuka peluang bagi atlet berprestasi untuk memperoleh jaminan masa depan.
“Para atlet ini adalah aset daerah. Kita ingin memastikan mereka tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki jaminan masa depan yang baik,” imbuhnya.
Penguatan kolaborasi itu juga sejalan dengan skema pendanaan yang disiapkan. Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menjelaskan pembiayaan Porprov bersumber dari dua jalur utama.
“Semua biaya yang timbul dibebankan pada APBD Provinsi Jawa Tengah. Kemudian yang kedua adalah sumber dana lain yang sah dan tidak mengikat,” jelasnya.
Menurut Sujarwanto, skema tersebut membuka ruang partisipasi luas dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha, untuk turut berkontribusi menyukseskan Porprov sekaligus memanfaatkan momentum sebagai ajang promosi.