PANTURA NETWORK -- Komunitas pelayang asal Kabupaten Jepara bersiap mengharumkan nama Indonesia di ajang Festival Layang-Layang Internasional 2026 yang akan digelar secara touring di Malaysia dan Thailand. Untuk pertama kalinya, pelayang Jepara mendapat undangan resmi tampil dalam rangkaian festival internasional bergengsi yang diikuti puluhan negara.
Pelayang yang tergabung dalam PELANGI (Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia) Kabupaten Jepara dijadwalkan mengikuti festival di tiga lokasi, yakni Pasir Gudang (Johor), Kuala Perlis, dan Satun, Thailand, sepanjang 8-15 Februari 2026. Ajang ini akan diikuti peserta dari 56 negara dengan total pelayang mencapai 155-200 orang.
Keikutsertaan ini menjadi tonggak penting bagi PELANGI Jepara, yang sejak 2022 konsisten menggelar festival dan lomba layang-layang tradisional tahunan di Jepara. Selain aktif di tingkat lokal, para anggotanya juga rutin menghadiri festival dan kompetisi layang-layang di berbagai daerah seperti Bali, Sumatera, Purworejo, Yogyakarta, Sleman, hingga Cilacap.
Baca Juga: Sriboga Cetak Rekor LEPRID: 2.727 Mangkuk Mie Ayam Disantap Bersama di Semarang
"Ini menjadi pengalaman internasional pertama bagi PELANGI Jepara. Kami ingin membawa identitas layang-layang tradisional Indonesia agar semakin dikenal dunia," ujar Ketua PELANGI Jepara Arif Rahmawan.
Rangkaian festival akan dimulai di Bukit Layang-Layang, Pasir Gudang, Johor, Malaysia, yang merupakan perhelatan ke-28 dan berlangsung pada 8-9 Februari 2026. Selanjutnya, peserta akan difasilitasi panitia menuju Politeknik Tuanku Syed Sirajuddin, Kuala Perlis, untuk festival tahun ke-2 pada 10-11 Februari 2026.
Agenda kemudian berlanjut ke Satun, Thailand, yang telah memasuki tahun ke-45 penyelenggaraan dan digelar di area bandara lama Kota Satun pada 13-15 Februari 2026. Setiap tahunnya, festival ini mampu menarik hingga 65 ribu penonton.
Baca Juga: Anak dan Ibu Pengungsi Dapat Pendampingan Khusus Pascabencana
Selain ajang pertunjukan, festival internasional ini juga menjadi ruang berbagi pengetahuan antarpelayang dunia, mulai dari teknik pembuatan, desain, hingga filosofi layang-layang tradisional dari berbagai negara. Pelayang Jepara akan melanjutkan estafet para senior pelayang Indonesia dalam memperkenalkan kekayaan layang-layang nusantara dari berbagai provinsi.
Pada Jumat (30/1/2026), Arif Rahmawan bersama Indra Dewi Rahman, didampingi seniman Didin Ardiyansyah, secara resmi memohon doa restu kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara, Ali Hidayat, sebelum bertolak ke luar negeri.
Keikutsertaan ini diharapkan tidak hanya memperkuat pelestarian budaya, tetapi juga membuka peluang manfaat sosial dan ekonomi bagi para perajin layang-layang Jepara. Ke depan, PELANGI berharap festival layang-layang di Jepara dapat tumbuh lebih besar dan menjadi salah satu penopang sektor pariwisata daerah.
Baca Juga: Ahmad Luthfi Pastikan Infrastruktur dan Hunian Pengungsi Segera Tertangani
"Layang-layang bukan sekadar permainan, tetapi warisan budaya dan karya seni. Semoga selalu terbang cantik di langit Indonesia dan dunia," tutup Arif.