news

Waka DPRD Jateng Dorong Pemanfaatan Teknologi Guna Hilangkan Kesenjangan Gender di Dunia Kerja

Selasa, 14 Juli 2026 | 17:45 WIB
Waka DPRD Jateng Dorong Pemanfaatan Teknologi Guna Hilangkan Kesenjangan Gender di Dunia Kerja

Panturanetwork.com - Kemajuan teknologi telah mengubah wajah dunia kerja secara fundamental. Jika dahulu produktivitas sangat bergantung pada kekuatan fisik atau otot yang lebih dominan dimiliki laki-laki, kini teknologi membuka kesetaraan kesempatan bagi laki-laki dan perempuan.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mengajak seluruh pihak memanfaatkan peluang ini untuk menghilangkan kesenjangan gender di pasar tenaga kerja Jawa Tengah.

Menurut Heri, era digital menghapus batasan fisik yang selama ini membatasi peran perempuan. Berbagai platform digital, otomatisasi dan kerja jarak jauh memungkinkan perempuan berkontribusi setara di berbagai sektor.

“Teknologi memberikan kesetaraan. Dahulu dunia bergantung pada otot laki-laki, sekarang karena teknologi, laki-laki dan perempuan berada dalam kesetaraan kesempatan. Jawa Tengah harus memanfaatkan momentum ini untuk menghilangkan gap di pasar tenaga kerja,” ujar Heri.

Sementara itu. data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren positif partisipasi perempuan. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan pada 2025 naik menjadi 56,63%, dengan tingkat kesempatan kerja mencapai 95,16%. Indeks Ketimpangan Gender (IKG) juga membaik dari 0,459 pada 2022 menjadi 0,447 pada 2023, sementara Indeks Pembangunan Gender (IPG) meningkat menjadi 91,85.

Namun, Heri menyoroti bahwa kesenjangan masih terlihat di sektor teknologi, di mana partisipasi perempuan baru sekitar 27 persen. Ia menekankan pentingnya meningkatkan literasi digital dan pelatihan skill agar perempuan dapat memasuki pekerjaan berbasis teknologi seperti digital marketing, programming, dan e-commerce.

Ilustrasi teknologi Ai (binus.ac.id)

Heri mendorong pemerintah daerah, dunia usaha dan lembaga pendidikan untuk berkolaborasi menyediakan program pemberdayaan perempuan berbasis teknologi.

“Hal ini tidak hanya meningkatkan kesetaraan gender, tetapi juga memperkuat perekonomian Jawa Tengah secara keseluruhan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Heri juga menyatakan bahwa diperlukan kebijakan yang mendukung inisiatif tersebut. Termasuk perlindungan terhadap kekerasan berbasis gender online agar perempuan dapat memanfaatkan ruang digital dengan aman dan nyaman.

“Kesetaraan gender melalui teknologi adalah investasi untuk masa depan. Ketika perempuan maju, Jawa Tengah juga akan semakin maju,” tegasnya.

Terkini