Selain menemukan kasus baru, pemerintah juga memastikan seluruh penyintas menjalani pengobatan hingga selesai. Lama terapi bervariasi antara enam hingga 12 bulan, bahkan dapat mencapai 24 bulan, tergantung kondisi pasien.
Pengobatan tidak boleh terputus karena dapat menyebabkan pasien harus mengulang terapi dari awal.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kusta merupakan penyakit akibat infeksi bakteri yang kini telah memiliki pengobatan efektif. Ia menyebut tantangan terbesar bukan pada tingkat penularannya, melainkan keterlambatan menemukan penderita.
“Kusta ini yang jadi masalah adalah telat terdeteksi. Maka untuk mengeliminasi kusta harus ditingkatkan lagi pendeteksiannya. Strateginya cuma satu, temukan sebanyak-banyaknya lalu diobati,” kata Budi.***