news

Bendungan Jlantah Perkuat Ketahanan Pangan, Produksi Padi Diproyeksi Capai 27 Ribu Ton per Tahun

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:27 WIB
Bendungan Jlantah Perkuat Ketahanan Pangan, Produksi Padi Diproyeksi Capai 27 Ribu Ton per Tahun

Koordinator Kelompok Petani Pemakai Air Desa Tlobo, Sugeng, mengatakan sebelum bendung dibangun, ketersediaan air menjadi persoalan utama, terutama saat musim kemarau.

"Kalau dulu sebelum ada bendung, petani hanya bisa dua musim tanam. Musim tanam ketiga tidak bisa panen karena kekurangan air. Setelah ada bendung ini, sekarang sudah bisa tiga musim tanam," ujarnya.

Menurut Sugeng, sebelum bendung beroperasi, petani bahkan harus bergiliran mengatur distribusi air irigasi setiap pekan agar seluruh lahan tetap mendapatkan pasokan air. Namun upaya tersebut tetap belum mampu mengatasi keterbatasan air pada musim kemarau.

Ia mengungkapkan, kondisi berbeda kini dirasakan petani. Pada bulan Juni hingga Juli, yang sebelumnya menjadi periode paling rawan kekeringan, aliran air kini tetap tersedia.

"Biasanya bulan Juni dan Juli daerah bawah ini kering. Sekarang sudah ada limpasan air terus, jadi aliran air berkelanjutan," katanya.

Sugeng menyampaikan apresiasi kepada pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang telah membangun Bendung Jlantah sehingga harapan petani terhadap kepastian pasokan air dapat terwujud.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Balai Besar karena apa yang menjadi harapan masyarakat akhirnya bisa terpenuhi," tuturnya.

Meski demikian, Sugeng berharap pemerintah tidak berhenti pada pembangunan bendung utama. Ia meminta agar jaringan irigasi di bagian hilir juga mendapat perhatian karena masih terdapat dua bendung kecil yang mengalami kerusakan.

Menurutnya, kerusakan tersebut menghambat distribusi air ke lahan pertanian di wilayah bawah, sementara masyarakat tidak memiliki kemampuan anggaran untuk melakukan perbaikan secara mandiri.

"Harapan kami kepada Balai Besar, bendung-bendung kecil yang rusak di bawah ini bisa segera diperbaiki. Masyarakat tentu tidak memiliki anggaran untuk memperbaikinya sendiri," ujarnya.

Ia berharap perbaikan jaringan irigasi tersebut dapat semakin mengoptimalkan manfaat Bendungan Jlantah sehingga pasokan air dapat menjangkau seluruh areal pertanian hingga ke wilayah hilir, termasuk kawasan Jatipuro, dan meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.***

Halaman:

Terkini