Dalam kegiatan itu turut hadir 53 booth UMKM yang didominasi pelaku usaha makanan dan minuman, wastra, serta sejumlah instansi seperti OJK, BNN, Kimia Farma, dan Wakaf.
Mengusung tema “Lari untuk Berbagi”, seluruh dana pendaftaran peserta akan disalurkan kepada masyarakat.
“Ada sekitar Rp 600 juta yang akan kami serahkan kepada 10 desa di sekitar kawasan Borobudur,” kata Noor.
Salah seorang peserta asal Magelang, Rizal, mengaku telah tiga kali mengikuti Rupiah Borobudur Playon. Pada kesempatan kali ini, ia bersama rekannya mengenakan aksesori berbentuk uang koin berukuran besar sebagai bentuk edukasi kepada generasi muda mengenai sejarah mata uang Indonesia sekaligus kampanye pelestarian lingkungan.
“Biar Gen Z tahu kalau Indonesia pernah punya uang koin seperti ini. Harapannya ke depan event ini semakin ramai,” ujarnya.***