news

14 Juli Mulai Beroperasi, Sekolah Rakyat Sukoharjo Masih Buka Pendaftaran

Kamis, 2 Juli 2026 | 15:12 WIB
14 Juli Mulai Beroperasi, Sekolah Rakyat Sukoharjo Masih Buka Pendaftaran

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengakui, jumlah siswa SD untuk sekolah rakyat memang belum memenuhi kuota. Persoalannya dikarenakan orang tua yang masih sulit melepas anaknya. Karena harus tinggal berpisah selama menempuh pendidikan sekolah rakyat.

Saat ini, jumlah pendaftar tingkat SD di sekolah rakyat Sukoharjo, sebanyak 37 anak. Sementara kuota yang dipersiapkan sebanyak 90 siswa.


Terkait kurikulum, Sekolah Rakyat akan menerapkan pendekatan multi entry dan multi exit. Yang dikerjasamakan dengan Kementrian Dikdasmen. Kurikulum tersebut dinilai fleksibel untuk membantu mengakomodasi berbagai latar belakang dan kemampuan siswa.


"Jadi nanti kalau ada anak SD yang menyusul mau masuk ke sekolah tidak ada masalah," ujarnya.

Selain itu, guru yang akan mengajar di sekolah rakyat juga diprioritaskan berasal dari daerah di mana sekolah raya itu berada. Kalau sekolahnya di Sukoharjo, disiapkan guru-guru dari Sukoharjo.

"Disiapkan asrama untuk guru, untuk kepala sekolah, dan orang tua kalau sewaktu-waktunya datang juga sudah disiapkan guest house," pungkasnya.

Sementara itu, pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten berada di atas lahan seluas 52.205 m2, dengan luas bangunan 29.693 m2. Terdiri dari bangunan sekolah, asrama, guest house, lapangan basket, mini soccer, rusun guru, gedung serbaguna, rumah ibadah, masjid, kantin, dapur dan rumah genset.

Sekolah rakyat permanen di Sukoharjo memiliki kapasitas menampung 1.080 siswa untuk 30 rombongan belajar. Terdiri atas 18 rombel tingkat SD (540 siswa), 9 rombel tingkat SMP (270 siswa), dan 9 rombel SMA (270 siswa).*

Halaman:

Terkini