Selain itu, dukungan pemerintah pusat melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) juga meningkat signifikan, dari 7.532 unit pada 2025 menjadi 30.037 unit pada 2026.
Kolaborasi dengan Baznas, dunia usaha, dan sektor perbankan pun terus diperluas. Pada 2025, sebanyak 4.012 unit RTLH berhasil diperbaiki melalui CSR dan Baznas. Tahun ini ditargetkan tambahan 1.550 unit yang didukung Baznas, PT Djarum, dan Bank Jateng.
Menurut Ahmad Luthfi, pembangunan RTLH bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi menjadi pintu masuk untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat miskin.
“RTLH ini merupakan stimulus untuk mereduksi angka kemiskinan. Intervensinya tidak berhenti pada rumah layak huni, tetapi juga bantuan permodalan, pendidikan, pemenuhan gizi, hingga layanan kesehatan,” kata Luthfi.
Ia meminta pemerintah desa bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas, untuk aktif memantau perkembangan keluarga penerima manfaat melalui evaluasi berkala setiap tiga bulan.
“Semua harus kita keroyok bersama agar kesejahteraan masyarakat meningkat dan angka kemiskinan terus menurun,” tegasnya.***