news

Dukungan Apindo, Jateng Diproyeksikan Jadi Pusat Investasi dan Logistik

Kamis, 18 Juni 2026 | 19:17 WIB
Dukungan Apindo, Jateng Diproyeksikan Jadi Pusat Investasi dan Logistik

Menurutnya, Jawa Tengah memiliki modal kuat untuk menarik investor. Selain berada di antara dua pusat ekonomi besar, yakni Jawa Barat dan Jawa Timur, provinsi ini juga memiliki tenaga kerja yang kompetitif, kemudahan perizinan, serta sumber daya manusia yang mampu bersaing.

Luthfi mengatakan, jika selama ini investasi di Jawa Tengah didominasi sektor padat karya, kini investasi padat modal mulai berdatangan, termasuk industri energi terbarukan dan manufaktur berbasis teknologi hijau.

“Kalau sebelumnya hub Jawa Tengah identik dengan padat karya, sekarang padat modal juga mulai masuk. Industri solar panel dan energi terbarukan sudah mulai berkembang. Kita juga memberikan insentif bagi industri yang menggunakan energi hijau,” ujarnya.

Untuk mendukung arus investasi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperjuangkan percepatan pembangunan infrastruktur logistik kepada pemerintah pusat. Revitalisasi pelabuhan dan pembangunan dry port dinilai mendesak karena selama ini distribusi kontainer masih banyak bergantung pada Jakarta dan Surabaya.

Menurut Luthfi, tanpa dukungan logistik yang kuat, berbagai upaya promosi investasi yang dilakukan pemerintah daerah berisiko tidak memberikan hasil maksimal.

“Untuk menumbuhkan ekonomi baru dibutuhkan kawasan yang kompetitif, baik dari sisi logistik maupun infrastruktur lainnya. Karena itu akan terus kita kawal, baik di tingkat pusat maupun daerah, melalui regulasi dan tata kelola yang baik,” tegasnya.

Luthfi menegaskan, masuknya investasi bukan hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kehadiran industri baru akan membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan warga, memperluas peluang usaha bagi UMKM, serta mendorong pembangunan infrastruktur pendukung di berbagai daerah.***

Halaman:

Terkini