Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengungkapkan, pihaknya telah mengembangkan 10 destinasi wisata dan berbagai event pariwisata dengan target kunjungan mencapai 438 ribu wisatawan.
Wonogiri juga memperkuat sektor ekonomi syariah melalui pengembangan kampung wisata, pencanangan 30 kampung wisata baru, pelatihan konten kreator, serta percepatan sertifikasi halal bagi ribuan produk UMKM.
“Dalam upaya mendorong ekonomi syariah, kami menetapkan pariwisata ramah muslim, menerbitkan 8.933 produk bersertifikat halal, serta memperluas pembiayaan syariah hingga Rp 144 miliar,” kata Setyo.
Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto bahkan mengajak seluruh kepala daerah di Solo Raya menyusun Rencana Induk Pariwisata Solo Raya sebagai panduan bersama dalam mengembangkan sektor pariwisata kawasan.
Menurutnya, kolaborasi antarwilayah menjadi kunci untuk menciptakan destinasi yang terhubung dan saling menguatkan.
“Kami ingin mengajak seluruh kepala daerah berkomitmen membentuk rencana induk pariwisata Solo Raya,” ujarnya.
Selain itu, Kota Surakarta juga terus mengembangkan kawasan Pasar Kliwon sebagai pusat ekonomi syariah dan mendorong spiritual tourism melalui optimalisasi kawasan Masjid Zayed.
Dukungan serupa disampaikan Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo. Ia menyebut Sukoharjo telah menerbitkan 22 Surat Keputusan Desa Wisata serta memiliki lebih dari 400 sanggar dan kelompok kesenian yang tersebar di 12 kecamatan.
“Kami juga telah memiliki Perda Pengembangan Pariwisata dan didukung keberadaan hotel berbintang untuk menunjang sektor pariwisata,” katanya.
Adapun Bupati Karanganyar, Rober Christanto mengungkapkan, pihaknya akan mengembangkan sport tourisme, eco culture tourism dan well tourism, dengan menggandeng pelaku EO dan menjadikan sebagai kalender event di Karanganyar.
Melalui sinergi antardaerah tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang berdampak langsung pada peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat pada 2027. ***