news

7.500 Nelayan Jepara Terdampak Musim Paceklik Terima 36 Ton Beras dari Pemkab

Rabu, 11 Maret 2026 | 22:32 WIB
Bupati Jepara, Witiarso saat penyerahan bantuan kepada sejumlah nelayan saat di Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Rabu (11/3/2026). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Pemerintah Kabupaten Jepara menyalurkan bantuan puluhan ton beras kepada ribuan nelayan yang terdampak musim paceklik akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban ekonomi para nelayan, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

Penyerahan bantuan dilakukan di Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Rabu (11/3/2026). Dalam kegiatan itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyerahkan secara simbolis bantuan beras kepada perwakilan nelayan penerima manfaat.

Witiarso mengatakan, musim paceklik yang terjadi belakangan ini membuat banyak nelayan tidak dapat melaut karena tingginya gelombang dan cuaca yang tidak bersahabat. Kondisi tersebut berdampak langsung pada penghasilan nelayan.

Baca Juga: THR untuk PPPK Paruh Waktu Jepara Dipastikan Cair Sebelum Lebaran, Bupati Witiarso Gelar Bukber Bersama Driver dan Petugas Kebersihan

"Ini memang musim paceklik bagi para nelayan. Apalagi mereka juga sedang menghadapi kebutuhan menjelang Lebaran. Karena itu kita bersinergi dengan PLN untuk membagikan bantuan beras kepada para penerima manfaat," kata Witiarso.

Bupati menyebutkan, bantuan yang disalurkan kali ini menjangkau sekitar 7.500 nelayan di Kabupaten Jepara. Total beras yang dibagikan mencapai sekitar 36 ton.

"Kurang lebih ada 36 ton beras yang kita bagikan hari ini. Harapannya bantuan ini bisa sedikit meringankan beban para nelayan," ujarnya.

Baca Juga: Tinjau Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Bumiharjo, Hindun Anisah Serahkan Mesin Penggerak Diesel

Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya memberikan dukungan bagi masyarakat yang terdampak kondisi cuaca ekstrem, baik di sektor perikanan maupun pertanian.

Selain nelayan, Witiarso juga menjelaskan bahwa pemerintah pusat sebelumnya telah menyalurkan bantuan bagi petani di Jepara yang lahannya terdampak banjir.

Data pemerintah daerah mencatat sekitar 2.800 hektare lahan pertanian mengalami kerusakan akibat banjir dengan nilai kerugian mencapai sekitar Rp1,1 miliar.

Baca Juga: Yayasan Al Fatihah Luncurkan Program AGUS, Distribusikan Mushaf Al-Qur’an dan Bantuan Gizi Santri

Sebagai bentuk dukungan pemulihan, pemerintah telah menyalurkan 68,7 ton benih kepada para petani agar mereka dapat segera melakukan penanaman kembali.

"Terkait pupuk, saat ini juga sudah lancar. Para petani bisa mengakses pupuk melalui gapoktan-gapoktan yang ada," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Forum Nelayan (Fornel) Jepara Utara, Nanang Cahyo Hadi, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah dan berbagai pihak kepada para nelayan.

Halaman:

Tags

Terkini