news

Setahun Holopis Kuntul Baris

Senin, 23 Februari 2026 | 16:53 WIB
Setahun Holopis Kuntul Baris

Di Demak misalnya, lebih dari 28 ribu Kg benih diberikan pada awal Juli 2025. Abrasi di pesisir coba diselesaikan dengan mageri segoro nandur mangrove. Lebih dari 1 juta mangrove sudah ditanam, tapi tidak semua bisa kuat bertahan. Meski intergitas ASN semakin baik, namun belum sepenuhnya memenuhi target. Target indek integritas nasional sebesar 80,9 baru tercapai 75,3. Padahal ASN menjadi pilar penting pembangunan sekaligus diharapkan menjadi teladan masyarakat.

Dalam hal program nasional, Jawa Tengah termasuk "anak baik". Koperasi desa/kelurahan merah putih terbentuk 8.556 unit terbanyak di Indonesia. Cek kesehatan gratis kita mencapai 14.297.295 orang menjadi tertinggi se Indonesia. Banjir, rob, longsor, tanah ambles ikut mewarnai wajah Jawa Tengah dengan kerugian ekonomi, kerusakan infrastruktur dan dampak bagi keluarga dan masyarakat yang sangat besar.

Statistik BPBD mencatat 368 bencana terjadi di 2025 dengan banjir sebagai bencana terbesar. 169.557 rumah dan  955 fasilitas umum rusak, 90 orang meninggal dunia, 19.619 jiwa mengungsi. Sebagai alarm bahwa daya dukung lingkungan Jawa Tengah perlu secepatnya dibenahi. Pemerintah sudah berupaya mulai dari modifikasi cuaca, perbaikan infrastruktur, hingga bantuan sosial untuk para korban. Seluruh dinas sudah hadir langsung menangani korban bencana.

Ilustrasi penangan banjir di Kendal, Demak, Grobogan misalnya: normalisasi, pengerukan, penguatan tebing, pemeliharaan tanggul, dilakukan lebih dari 41 titik. Mulai dari Kali Kuto di Kendal, Kali Tuntang di Grobogan, hingga Kali Dombo Sayung Demak. Juga pembangunan pompa air tenaga surya di Sayung Demak. Pada saat banjir terjadi, dilakukan penanganan darurat mulai peninggian tanggul, penutupan tanggul jebol, hingga pemompaan di mana pada tahun 2025 tersebar di Demak ada di 4 lokasi, di Kendal 27 lokasi, Grobogan 1 lokasi, Brebes di 6 lokasi, Tegal 3 lokasi, Pekalongan 8 lokasi.  

Sadar bahwa mustahil memperbaiki infrastruktur hanya mengandalkan APBD Jawa Tengah, maka Pemprov sudah mengusulkan ke pemerintah pusat mulai dari usulan infrastruktur air minum, air limbah domestik, jalan dan jembatan, serta infrastruktur untuk penanggulangan banjir.  

Beberapa tambang yang berpotensi menyebabkan bencana juga sudah ditutup. Gunung Slamet dan Muria sudah diajukan sebagai Kawasan Taman Nasional kepada pemerintah pusat.

Setiap tahun produksi sampah mencapai lebih dari 6 juta ton. Sayangnya baru 60 persen yang bisa diolah dengan baik. Rencana aksi dan satgas sudah disusun, pilot proyek pembangunan tempat pembuangan sampah regional sudah dimulai, namun belum sepenuhya berjalan dengan cepat.
Ilustrasi di atas adalah sekadar gambaran, jauh lebih banyak persoalan yang sedang dan akan diselesaikan daripada capaian kinerja satu tahun Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah. Karenanya cancut taliwondo, holopis kuntul baris.

Oleh : Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jawa Tengah.***

Halaman:

Terkini