news

Bakorwil Jadi Pusat Kendali, Gubernur Luthfi Satukan Ekonomi Solo Raya

Rabu, 4 Februari 2026 | 17:38 WIB
Bakorwil Jadi Pusat Kendali, Gubernur Luthfi Satukan Ekonomi Solo Raya

“Kita mulai dari Solo Raya sebagai contoh. Kita tidak mungkin maju sendiri-sendiri. Mungkin tidak sama cepat, tapi yang penting maju bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Kadin Surakarta, Ferry Septha Indrianto, menilai, hingga kini kekuatan ekonomi Solo Raya belum terkonsolidasi secara kolektif, meskipun memiliki potensi besar.

“Solo Raya punya sumber daya, budaya, dan aktivitas usaha yang kuat. Namun karena belum terkonsolidasi, potensi itu masih berhenti sebagai aktivitas lokal, belum menjadi daya ungkit kawasan,” ujarnya.

Ia menilai pertumbuhan ekonomi di kisaran lima persen sulit ditingkatkan tanpa perubahan pendekatan pembangunan.

“Tambahan tiga persen untuk mencapai delapan persen tidak akan tercapai jika kita masih menggunakan pola lama, berjalan sendiri-sendiri tanpa konsolidasi kawasan,” kata Ferry.

Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menambahkan, karakter investasi di Solo Raya terbagi jelas antara Kota Surakarta dan wilayah kabupaten penyangga.

“Kota Solo didominasi investasi sektor hotel, restoran, dan kafe karena kuat di pariwisata dan ekonomi kreatif. Sementara Karanganyar, Sragen, dan Boyolali lebih diminati investor asing karena kawasan industrinya,” jelasnya.

Berdasarkan data DPMPTSP, realisasi investasi di Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai Rp 88,50 triliun, terdiri atas PMA sebesar Rp 50,86 triliun dan PMDN Rp 37,64 triliun, dengan total 105.078 proyek dan penyerapan tenaga kerja 418.138 orang.

Outlook Ekonomi Solo Raya 2026 menjadi forum awal penyamaan visi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan, sekaligus menandai arah baru pembangunan ekonomi kawasan di Jawa Tengah.*

Halaman:

Terkini