“Sesuai arahan Bapak Gubernur, saya sudah kontak dengan Kepala BNPB. Upaya penanganan darurat di wilayah terdampak guna pemulihan yakni modifikasi cuaca sampai 29 Januari 2026," kata Bergas.
Pesawat yang melakukan modifikasi cuaca ini, lanjutnya, bisa membawa kapur atau garam. Kapur untuk menahan supaya hujan tidak turun di lokasi terdampak bencana, sementara garam untuk menurunkan hujan terlebih dahulu sebelum awan sampai di lokasi bencana.
Bergas juga terus mengimbua pada masyarakat agar terus waspada. Lantaran prediksi BMKG menyebutkan puncak curah hujan di bulan Januari hingga Februari 2026.*