news

Dukung Pertumbuhan KEK Batang, Inggris Siapkan Bantuan Teknis Transportasi dan TOD

Jumat, 5 Desember 2025 | 18:47 WIB
Dukung Pertumbuhan KEK Batang, Inggris Siapkan Bantuan Teknis Transportasi dan TOD

Ia juga menekankan pengembangan TOD atau KBT, telah menjadi elemen penting dalam kolaborasi tersebut.

“Program ini mendukung pertumbuhan kawasan perkotaan melalui TOD. Kami diterima dengan sangat baik oleh Gubernur, dan beliau berharap Inggris terus mendorong pembangunan di Jawa Tengah,” tuturnya.

Menurut Iqbal, Techne Praxis tidak hanya melakukan kajian teknis, tetapi juga mempertemukan para pemangku kepentingan lintas sektor.

“Kami melanjutkan program ini melalui kajian dan dengan mempertemukan stakeholder kunci, pemerintah pusat, daerah, dan BUMN seperti KAI. Harapannya, proses pengembangan di Kedungsepur semakin cepat untuk mendukung akselerasi ekonomi,” ujarnya.

Ditambahkan, akselerasi diperlukan mengingat pertumbuhan ekonomi yang cepat di kawasan seperti Batang.

“Melalui program ini, kami mendorong kesiapan infrastruktur dan logistik, agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan optimal oleh masyarakat Jawa Tengah,” kata Iqbal.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arif Djatmiko, menuturkan, pengembangan dry port dan juga KBT/TOD ini dipercepat karena kebutuhan angkutan barang yang meningkat.

“Ada 12 juta kontainer di Jawa Tengah, namun hanya 7 juta yang tertampung di Jawa Tengah. Sisanya keluar semua ke luar Jawa Tengah. Nantinya kalau Pelabuhan Tanjung Mas ditingkatkan, dry port dikembangkan, dan sistem kereta api dibuat loop, seluruh Jawa Tengah akan tersentral ke Semarang dan KIT Batang melalui jaringan kereta loop tadi,” jelasnya.

Kebutuhan Strategis Jawa Tengah Terkait TOD/KBT memiliki tantangan di kawasan Kedungsepur. Di antaranya Urban sprawl tinggi, 75% penduduk tinggal di luar kota inti.

Kemudian Dominasi kendaraan pribadi 93%, sementara akses angkutan umum hanya 16,1%. Selain itu Koridor Semarang-Kendal-Weleri mengalami peningkatan kepadatan 8% per tahun, sehingga intervensi berbasis TOD/KBT menjadi kebutuhan mendesak.

Pada pertemuan tersebut, hadir delegasi Kedubes Inggris dan Techne Praxis, di antaranya Maria Renny dari Cities & Transport Lead, UK PACT Programme Manager, British Embassy Jakarta, Melissa Kusuma, Central Java & Yogyakarta Outreach Manager, British Embassy Jakarta.

Kemudian Caesar Rollando dari pihak Low Carbon Transport Sectoral Lead, UK PACT Fund Associate, Palladium. Selain itu juga hadir Padraic Kelly, Senior Director, Techne Praxis International, Puspita Galih Resi, Managing Director, Techne Praxis International serta Rahadi Marsito, Director of Real Estate Advisory and Portfolio Management, Techne Praxis International.*

Halaman:

Terkini