news

Warga Timbulsloko Demak Kini Tersenyum, Rumah Apung Bantu Wujudkan Hunian Layak dan Aman dari Rob

Selasa, 7 Oktober 2025 | 13:36 WIB
Warga Timbulsloko Demak Kini Tersenyum, Rumah Apung Bantu Wujudkan Hunian Layak dan Aman dari Rob

DEMAK - Senyum sumringah menghiasi wajah Muslim (50), warga Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Sejak beberapa tahun terakhir, rumahnya selalu menjadi langganan renovasi kecil akibat terendam rob dan air pasang.

Kini, setelah bantuan rumah apung dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah rampung, ia bisa bernapas lega.

“Alhamdulillah, bantuan rumah apung dari Pak Gubernur Ahmad Luthfi sudah selesai dan bisa ditempati,” kata Muslim, ditemui di rumahnya, Senin (6/10/2025).

Menurutnya, rumah apung adalah jawaban atas keresahannya selama ini. Lebih dari 10 tahun, Muslim dan keluarga hidup dalam kepungan air pasang. Secara berkala, dia terus merenovasi rumahnya, karena air rob terus meninggi. Pendapatannya sebagai pencari kerang tidak cukup untuk biaya hidup. Hanya tersita untuk biaya meninggikan rumah.

“Sudah berkali-kali meninggikan rumah, tapi tiap tahun pasti terendam lagi. Ya, kerja mencari kerang paling sehari dapat Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu, habis buat biaya hidup,” ungkapnya.

Namun kini, Muslim bisa hidup jauh lebih tenang di rumah apung bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Selain bebas dari rob, uang yang biasa buat renovasi rumah lamanya, bisa ditabung dan untuk biaya sekolah anak.

“Alhamdulillah sekarang bisa menabung, dan juga bisa membiayai anak sekolah,” lanjutnya.

Begitu juga dengan Romani, penerima manfaat rumah apung yang lain. Rumahnya kini jauh lebih nyaman untuk dihuni. Terdapat ruang tamu dan dua kamar tidur.

“Wah, lebih nyaman di rumah apung. Kalau rumah yang lama sudah separuh kena rob. Jadi harus menunduk kalau di dalam rumah,” tuturnya.

Romani hidup bersama istri dan kedua buah hatinya. Selain nyaman, rumah apung membuat kedua anaknya mudah untuk belajar di rumah.

“Anak dua. Satu masih TK, dan satunya kelas enam SD. Kalau sekarang nyaman bisa belajar di rumah,” imbuhnya.

Kehidupan yang lebih layak itu membuat Romani lebih bersemangat bekerja untuk istri dan anaknya.

“Sekarang bisa menabung dan semangat kerja. Saya sebagai orang tua ingin anaknya jadi orang. Jangan sampai susah seperti saya,” jelasnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, menyampaikan, program bantuan rumah apung di Desa Timbulsloko telah rampung. Pada tahap pertama, ada tiga unit rumah apung.

Halaman:

Terkini