Keempat, adalah program desalinasi yang mengubah air payau menjadi air tawar. Hal itu telah dilakukan di Rumah susun Slamaran Kota Pekalongan. Kapasitas air bisa dimanfaatkan untuk 250 keluarga atau 1.000 orang.
Kelima, Program Pesantren Obah. Output pesantren ke depannya tak hanya kuat dari sisi agama, namun juga memberikan dampak signifikan untuk kesejahteraan masyarakat, dari penguatan karakter hingga urusan perekonomian.
Keenam, Gubernur Ahmad Luthfi melalui SK Gubernur Nomor 100.3.3.1/124 Tahun 2025 tentang Penurunan Tarif Angkutan Aglomerasi Perkotaan Trans Jateng sebesar Rp1.000. Tarif itu bisa dimanfaatkan bagi pelajar, veteran, buruh, lanjut usia, dan penyandang disabilitas.
Ketujuh, Ahmad Luthfi membentuk koperasi buruh pada saat peringatan May Day 2025. Barang yang dijual di koperasi tersebut merupakan kebutuhan sehari-hari buruh. Semua bahan akan dibeli langsung dari produsen atau tanpa perantara. Sehingga, harga tetap terjaga atau terjangkau buruh.
Kedelapan, Kartu Zilenial, yang menjadi wadah baru bagi pemuda Jawa Tengah, untuk mengembangkan potensi diri. Program itu diperuntukkan pemuda berusia 16 hingga 30 tahun, sebagai sarana untuk mendukung pengembangan diri di bidang kewirausahaan, keterampilan, digital, dan komunitas.
Sembilan, Kecamatan Berdaya. Melalui program tersebut, seluruh kecamatan di 35 Kabupaten/Kota di Jateng dijadikan sebagai pusat kemajuan perekonomian dan kreativitas warga. Tak hanya itu, kecamatan juga bakal menjadi wadah pemberdayaan masyarakat serta perlindungan bagi perempuan, anak, penyandang disabilitas, serta anak-anak muda potensial.
Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, Kecamatan Berdaya dinilai efektif untuk membangun daerah. Sebab, kecamatan merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah provinsi maupun kabupaten/ kota. Makanya, program tersebut diharapkan bisa menyentuh 8.563 desa/kelurahan yang ada di Jateng.
Sepuluh, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin membentuk forum untuk kerja kolaboratif Pemprov bersama stakeholder. Yakni pembentukan Forum Rektor, forum kolaborasi lainnya meliputi Forum Senayan yang berisi anggota DPR RI asal Jateng, Forum Berlian (DPRD Jateng), hingga himpunan pengusaha.