news

80 Kader PKK Jateng dapat Pelatihan Paralegal, Siap Dampingi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan

Kamis, 24 April 2025 | 10:02 WIB

SEMARANG – Sebanyak 80 kader PKK dari enam kabupaten/kota di Jateng mendapat pelatihan paralegal (pengetahuan hukum), terkait pendampingan bagi perempuan dan anak korban kekerasan. Selain mengeliminasi jumlah kasus, program tersebut harapannya dapat direplikasi di provinsi lain di Indonesia.

 

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin mengatakan, para kader PKK tersebut nantinya akan menjadi bagian dari “Kecamatan Berdaya”. Kecamatan Berdaya merupakan program unggulan dari Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

 

Di dalam Kecamatan Berdaya, terdapat program pemberdayaan juga perlindungan perempuan dan anak. Selain itu, para disabilitas hingga anak muda pun diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi.

 

“Pelatihan paralegal kepada para kader yang selanjutnya diberi nama Kader Perak, nantinya mendampingi perempuan atau anak korban kekerasan. Harapannya, ini mampu menjadi ilmu bagaimana mengatasi, mendampingi korban kekerasan di Jawa Tengah. Sejauh ini ada 80 kader yang dilatih,” tuturnya, di Aula Balatkop UKM Jateng, Srondol Kulon, Kota Semarang, Rabu (23/4/2025).

 

Nawal mengatakan, pelatihan tidak berhenti pada 80 kader dari enam kabupaten/kota. Pada tahap selanjutnya, pelatihan paralegal akan tetap dilanjutkan hingga mencapai 200 kader, yang memiliki pengetahuan akan hukum.

 

Dia menyebut, para kader dibekali dengan pengetahuan advokasi hukum. Selanjutnya, mereka juga diajarkan membangun koneksi dengan paramedis atau Lembaga Bantuan Hukum, juga perguruan tinggi.

 

“Harapannya jadi program best practice yang nantinya akan jadi program nasional. Karena kemarin Ibu Menteri (PPPA) sudah meng-advise kepada kita untuk mengawal program ini dengan baik,” urainya.

 

Halaman:

Terkini